50 pohon direlokasi imbas dari revitalisasi Taman Sumenep

50 pohon direlokasi imbas dari revitalisasi Taman Sumenep

Suasana jogging track yang ada di Taman Sumenep, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020). (ANTARA/ Livia Kristianti)

Relokasi 50 pohon dilaksanakan secara bertahap dan perlahan-lahan
Jakarta (ANTARA) - Kepala Suku Dinas Kehutanan Jakarta Pusat Mila Ananda menyebutkan 50 pohon harus direlokasi untuk menyelesaikan proyek revitalisasi Taman Sumenep yang baru rampung dikerjakan sejak Oktober 2019.

"Disitukan (Taman Sumenep) memang banyak pohon sebelumnya, jadi memang harus penjarangan agar tersedia ruang buat alat fitness, 'jogging track', pedestrian, agar aktivitas masyarakat bisa maksimal," kata Mila saat dihubungi ANTARA, Selasa.

Pohon jenis Mahoni dan Tanjung merupakan jenis yang paling banyak direlokasi itu, membutuhkan waktu relokasi selama satu bulan sebelum pengerjaan revitalisasi Taman Sumenep.

Pohon- pohon itu saat ini berada di Kebun Bibit Sudin Kehutanan Jakarta Pusat terletak di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat dekat dengan fasilitas Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

"Relokasinya bertahap, perlahan-lahan karena diberi treatment dulu memastikan lahan. Kan sudah disurvei kira- kira pohon mana yang kena pekerjaan itu yang direlokasi," kata Mila.

Baca juga: Pemkot Jakpus tambahkan spot-spot "Instagramable" di Taman Sumenep

Baca juga: Instalasi pengolahan air Taman Kota dimatikan

Baca juga: Perumda Pasar Jaya gunakan sistem "revenue sharing" di Thamrin 10


Saat ini Taman Sumenep sudah dapat dinikmati oleh masyarakat terutama untuk fasilitas olahraga seperti alat fitnes dan 'jogging track'.

Ada juga fasilitas penyeberangan yang 'instagramable' yaitu jembatan gantung yang masih dalam tahapan pemeliharaan,  sebentar lagi dapat digunakan oleh masyarakat untuk berswafoto  dan tentunya menyeberang.

Diharapkan dengan adanya revitalisasi Taman Sumenep dapat mengubah citra yang sebelumnya dikenal sebagai tempat mangkal waria menjadi kawasan masyarakat ibu kota untuk beraktivitas.

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Revitalisasi posyandu, cara NTB percepat progres nasional

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar