Turki: 51 tentara Suriah tewas di Idlib

Turki: 51 tentara Suriah tewas di Idlib

Pemandangan truk-truk yang membawa barang-barang milik warga Suriah yang terlantar, terlihat di kota Sarmada di provinsi Idlib, Suriah, (28/1/2020). ANTARA/REUTERS/Khalil Ashawi//aa.

Amman/Ankara (ANTARA) - Turki, Selasa (11/2), mengatakan 51 tentara Suriah tewas di Suriah barat laut ketika para pemberontak dukungan Turki memukul balik pasukan pemerintah dukungan Rusia.

Kementerian Pertahanan Turki mengutip keterangan beberapa sumber soal peristiwa itu. Selain itu, Kementerian mengatakan dua tank Suriah serta satu gudang amunisi juga hancur.

Beberapa jam sebelumnya, sebuah lembaga pemantau perang mengatakan pasukan pemerintah Suriah telah menguasai kendali jalan raya utama Aleppo menuju Damaskus melalui provinsi di barat laut, Idlib, untuk pertama kalinya sejak perang saudara mulai muncul pada 2012.

Namun, media negara Suriah tidak menyebut-nyebut soal peristiwa itu. Para sumber di kalangan pemberontak kemudian mengatakan bahwa pertempuran masih berlangsung di beberapa daerah di utara di dekat jalan raya M-5.

Jalan raya itu menghubungkan Aleppo dengan ibu kota negara, Damaskus, serta akhirnya ke Deraa, jauh di selatan.

Sebagai balasan, para pemberontak menembak jatuh sebuah helikopter militer Suriah dan bergerak menuju Nairab, kota yang dikatakan Kementerian Pertahanan Turki sudah ditinggalkan oleh pasukan pemerintah Suriah.

Seorang pejabat Turki mengatakan kelompok pemberontak, yang didukung dengan artileri Turki, sudah mulai melancarkan "serangan lengkap" di wilayah yang baru-baru ini direbut oleh pihak pemerintah di dekat Saraqeb.

Saraqeb adalah kota perlintasan strategis di jalan raya M5. Seorang komandan pemberontak mengatakan kepada Reuters bahwa di sana mereka memukul mundur pasukan pemerintah.

Sementara itu, militer Suriah mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya akan membalas serangan-serangan pasukan Turki itu, yang dikatakannya berupaya menghadang pergerakan tentara menuju Provinsi Idlib.

Pertempuran sengit itu telah memperburuk beberapa konfrontasi paling serius antara Ankara dan Damaskus selama perang tersebut.

Dalam perang yang sudah berlangsung selama sembilan tahun itu, Rusia dan Iran mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad.

James Jeffrey, utusan Amerika Serikat untuk Suriah, akan melakukan pertemuan dengan para pejabat Turki di Ankara pada Rabu.

Menurut Kedutaan Besar AS, mereka akan membicarakan upaya kerja sama dalam mencari penyelesaian konflik.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kremlin kepada Turki: Tolong hentikan serangan di Idlib Suriah

Baca juga: Pasukan Suriah berhasil rebut kendali jalan raya Idlib

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ketum PP Muhammadiyah: Pemulangan WNI terpapar ISIS jadi kewenangan pemerintah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar