Daop Surabaya siapkan 33 KA Lebaran, tiket bisa dibeli 14 Februari

Daop Surabaya siapkan 33 KA Lebaran, tiket bisa dibeli 14 Februari

Ilustrasi: Penumpang menunggu kereta api di Stasiun Gubeng Surabaya, Jawa (ANTARA FOTO/Didik Suhartono/aww)

Jadi tidak perlu lagi mengantri di loket stasiun
Surabaya (ANTARA) - PT KAI Daop 8 Surabaya memberangkatkan sebanyak 33 Kereta Api (KA) reguler jarak jauh/menengah pada masa angkutan Lebaran 2020 dan tiketnya bisa dipesan mulai 14 Februari 2020 untuk keberangkatan pada 14 Mei 2020 (H-10 sebelum lebaran).

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto di Surabaya, Rabu mengatakan total dari 33 perjalanan KA itu menyediakan sebanyak 19.848 tempat duduk.

Ia merinci total 33 keberangkatan KA Lebaran itu terdiri dari 8 KA kelas eksekutif dengan kapasitas 3.338 tempat duduk, 11 KA kelas ekonomi dengan kapasitas 8.526 tempat duduk dan 14 KA kelas campuran dengan kapasitas 7.984 tempat duduk.

Sementara untuk KA reguler jarak jauh/menengah yang hanya melintas di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya terdapat 8 KA yang terdiri dari 2 KA ekonomi dengan kapasitas 1.272 tempat duduk, dan 6 KA kelas campuran dengan kapasitas 3.664 tempat duduk.

"Total tempat duduk yang tersedia dari 8 KA reguler jarak menengah/jauh yang melintas sebanyak 4.936 tempat duduk," katanya.

Suprapto mengimbau masyarakat untuk bisa merencanakan liburan pada masa angkutan Lebaran 1441 H ini sebaik mungkin dengan memesan tiket melalui aplikasi pemesan tiket secara daring atau minimarket seperti Indomaret/Alfamart yang lebih dekat jaraknya dari masyarakat.

"Jadi tidak perlu lagi mengantri di loket stasiun," kata Suprapto, menjelaskan.

Sebelumnya, PT KAI telah secara resmi membuka pemesanan tiket angkutan Lebaran 1441 H mulai 14 Februari 2020 pukul 00.00 WIB untuk keberangkatan H-10 Lebaran atau 14 Mei 2020 dan seterusnya.

Baca juga: Tiket Kereta Api Lebaran mulai tersedia 14 Februari 2020

Baca juga: Pekan ini tiket KA untuk Lebaran sudah bisa dibeli


Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Begini tanggapan pengguna KRL soal rekayasa pola operasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar