RSUP Sanglah adakan simulasi penanganan pasien yang dicurigai corona

RSUP Sanglah adakan simulasi penanganan pasien yang dicurigai corona

Tim medis melakukan penanganan terhadap seorang pasien saat simulasi penanganan pasien virus Corona di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali, Rabu (12/2/2020). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww/pri.

Kami sudah punya aturan dan selalu harus melakukan penyegaran agar tim selalu siap menghadapi segala bencana dan penyakit apalagi yang bersifat wabah itu sendiri
Denpasar (ANTARA) - RSUP Sanglah Denpasar, Bali mengadakan simulasi penanganan pasien yang dicurigai terjangkit virus corona dengan melibatkan beberapa dokter spesialis paru-paru, penyakit dalam, bersama petugas medis lainnya.

"RSUP Sanglah melaksanakan simulasi kalau ada pasien yang dicurigai terinfeksi virus corona. Melalui simulasi ini menunjukkan bahwa RSUP Sanglah siap dari segi medis, paramedis, sarana prasarana, dan secara tindakan medis untuk menangani pasien-pasien yang dicurigai corona," kata Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah dr. I Ketut Sudartana, Sp.B-KBD di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan simulasi itu untuk penyegaran bagi staf dan petugas medis agar setiap saat siap menghadapi kasus penyakit infeksi, seperti virus corona dan kasus lainnya.

Ia menjelaskan selama ini RSUP Sanglah sudah merawat 32 pasien yang terdiri atas 19 pasien dengan status dalam pengawasan, 11 pasien dalam pemantauan, dan dua pasien baru masih dalam perawatan.

"Dari 30 pasien yang pernah dirawat semuanya negatif terjangkit corona dan tidak ada yang masuk kategori 'suspect' (terduga), sekitar 15 orang di antaranya berasal dari China dan sudah pulang semua. Kalau kemarin malam ada dua pasien baru dari China, dan masih dalam perawatan," katanya.

Baca juga: Simulasi penanganan virus corona digelar RSUD Garut-Jabar

Pihaknya menegaskan bahwa selama ini tidak ada istilah suspect yang ditemukan di RSUP Sanglah, melainkan dua kategori yaitu orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan.

"Pasien dalam pengawasan yang pernah dirawat di RSUP Sanglah, kita masukkan dalam ruang isolasi dan hasilnya semua negatif, dan sampai saat ini Bali aman dan tidak ada pasien terkena corona virus," katanya.

Ia mengatakan simulasi itu rutin dilakukan setiap dua kali setahun, agar petugas medis benar-benar siap menghadapi setiap kasus, baik kasus infeksi maupun gawat darurat bencana alam.

"Kami sudah punya aturan dan selalu harus melakukan penyegaran agar tim selalu siap menghadapi segala bencana dan penyakit apalagi yang bersifat wabah itu sendiri," katanya.

Baca juga: RS Udayana libatkan 100 tenaga medis dalam simulasi kasus corona
Baca juga: RS Lantamal VI Makassar siapkan ruangan khusus suspect Corona


Pewarta: Ayu Khania Pranishita
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Polda Metro gelar rakor pelatihan simulasi karantina wilayah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar