Layanan dan penyuluhan kesehatan digelar MRI-ACT di Maluku Tengah

Layanan dan penyuluhan kesehatan digelar MRI-ACT di Maluku Tengah

Suasana pelayanan dan penyuluhan kesehatan di Dusun Waipot, Desa Wakal, Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku yang dilakukan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Maluku, Rabu (12/2/2020). (FOTO ANTARA/HO-Humas ACT Maluku)

Permasalahan kebersihan di Dusun Waipot membuat banyak anak-anak mengalami gatal-gatal, sementara orang dewasa dan lansia banyak terserang osteoarthritis atau nyeri sendi.
Ambon (ANTARA) - Tim kesehatan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Maluku melakukan pelayanan dan penyuluhan kesehatan gratis di Dusun Waipot, Desa Wakal, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

"Penyelenggaraan pelayanan ini untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan masyarakat Dusun Waipot. Sebanyak 51 orang yang melakukan pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan, di antaranya 10 anak- anak, 20 orang dewasa dan 21 warga lanjut usia," kata dr Sarah Vanessa Saija dari ACT kepada ANTARA di Ambon, Kamis.

Menurut dia, permasalahan kebersihan di Dusun Waipot membuat banyak anak-anak mengalami gatal-gatal, sementara orang dewasa dan lansia banyak terserang osteoarthritis atau nyeri sendi.

"Kurangnya kebersihan diri membuat anak-anak mudah terserang penyakit gata-gatal, dan warga yang pekerjaannya berkebun banyak yang mengalami nyeri sendi seperti sakit di lutut dan nyeri pinggang," kata Sarah.
 
Suasana pelayanan dan penyuluhan kesehatan di Dusun Waipot, Desa Wakal, Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku yang digagas Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Maluku, Rabu (12/2/2020). (FOTO ANTARA/HO-Humas ACT Maluku)


Ia mengatakan, masyarakat Dusun Waipot mengaku sejak tahun 2017 hingga 2020 jarang mendapat layanan kesehatan dari puskesmas utama di Desa Wakal.

Mereka harus berjalan sejauh 4 km menuju puskesmas pembantu di Dusun Telaga Kodok untuk pemeriksaan kesehatan rutin tiap awal bulan.

Wasina, salah satu warga Waipot mengakui pemeriksaan kesehatan yang dilakukan MRI-ACT Maluku sangat berdampak baik dan bermanfaat karena warga dusun itu jarang melakukan pemeriksaan kesehatan.

"Kami warga Waipot merasa terbantu dengan pemeriksaan kesehatan, kami juga berharap agar Pelkes dapat berjalan dua bulan sekali di dusun Waipot," kata Wasina.

Setelah melakukan pemeriksaan kesehatan tim kesehatan  ACT-MRI Maluku melangsungkan kegiatan dengan melakukan penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar para warga dapat mengetahui perilaku hidup bersih dan sehat, dengan cara mencuci tangan yang baik dan mandi dua kali sehari, demikian Sarah Vanessa Saija.

Baca juga: ACT bangun 100 shelter di Maluku

Baca juga: Gandeng ACT, IHGMA bantu 10.000 kotak susu ke Maluku dan Wamena

Baca juga: ACT kirim bantuan logistik ke tiga titik gempa Maluku

Pewarta: Jimmy Ayal
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Agar korban bencana tetap bertahan pasca publikasi berhenti

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar