Legislator minta BPJS Kesehatan permudah prosedur antisipasi COVID-19

Legislator minta BPJS Kesehatan permudah prosedur antisipasi COVID-19

Petugas gabungan Pengawasan Orang Asing (PORA) mengunjungi Lai Chin Cheung (60, tengah), WNA asal Hongkong yang tinggal bersama istrinya yang asli pribumi (WNI), Zulfatun Nimah (36, kiri), di Gandong, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (7/2/2020). Pengawasan Orang Asing itu dilakukan secara gabungan dengan melibatkan tim Dinas Kesehatan demi mengantisipasi wabah novel corona atau 2019-nCov melalui WNA yang berasal atau memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara terdampak virus memastikan. (Antara Jatim/Destyan Sujarwoko)

Masyarakat perlu aktif memeriksakan kondisi kesehatannya
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay meminta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mempermudah prosedur pemeriksaan pasien untuk mengantisipasi penyebaran dan penularan virus corona atau COVID-19.

"Masyarakat perlu aktif memeriksakan kondisi kesehatannya, terutama bila merasakan perubahan suhu tubuh yang drastis," kata Saleh saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan bila mengalami pilek dan demam yang dirasakan berbeda dari biasanya.

Baca juga: Menkes: WNI dari Wuhan bisa tinggalkan Natuna pada Sabtu

Agar deteksi terhadap kemungkinan COVID-19 bisa dilakukan cepat dan masyarakat segera bisa dilayani, maka Saleh meminta BPJS Kesehatan mempermudah prosedur pelayanan kepada peserta.

"Agar bila memang ada yang diduga terkena virus corona bisa cepat diketahui dan segera ditangani," tuturnya.

Saleh mengatakan pemerintah juga perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di Indonesia, misalnya dengan mencegah warga negara asing dari negara-negara yang sudah positif menjadi endemik virus tersebut masuk ke Indonesia.

"Warga negara asing dari negara-negara endemik virus corona juga perlu didata dan dipantau. Jangan sampai di negaranya sudah terpapar virus tapi masih sehat, sakitnya di Indonesia," katanya. 

Baca juga: WNI yang dipulangkan ditegaskan IDI harus dipastikan sehat

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pasien positif COVID-19 di Kalsel bertambah menjadi 5 orang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar