Wapres minta persoalan petani sawit segera diselesaikan

Wapres minta persoalan petani sawit segera diselesaikan

Wapres Ma'ruf Amin (kelima kanan) didampingi Menteri Pertanian Syarul Yasin Limpo (kelima kiri) berfoto bersama jajaran pengurus Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (13/2/2020). ANTARA/Dok. Apkasindo/am.

Lebih dari 20 juta keluarga petani bergantung hidupnya langsung ke sektor ini
Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta persoalan petani sawit terkait legalitas lahan, peningkatan produktivitas, tata niaga tandan buah segar, dan pengembangan Industri hilir milik petani secepatnya diselesaikan.

Hal itu diungkapkan Wapres saat bertemu jajaran pengurus DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) dan perwakilan sembilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat ME Manurung di Jakarta, Jumat menyatakan, menurut Wapres perkebunan kelapa sawit rakyat berkontribusi besar bagi perekonomian nasional, pembangunan pedesaan, pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan para petani serta masyarakat di sekitarnya.

Sementara itu, di hadapan Wapres yang didampingi Mentan Syahrul Yasin Limpo, Gulat menyatakan ada 22 provinsi di Indonesia memiliki perkebunan kelapa sawit.

Luasan kebun sawit rakyat mencapai enam juta ha, dari total luas perkebunan sawit Indonesia lebih dari 14 juta ha.

"Lebih dari 20 juta keluarga petani bergantung hidupnya langsung ke sektor ini, dari semua lapisan masyarakat bahkan dari kalangan pesantren, dimana tumbuh dan berkembang di tengah kebun sawit," ujarnya.

Sejak 1980, pengembangan kelapa sawit di Indonesia ditujukan untuk membuka dan membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pedesaan, daerah terbelakang, dan pelosok.

Pengembangan kelapa sawit, sangat berperan dalam pembangunan pedesaan  dan mengurangi angka kemiskinan.

Dalam pertemuan tersebut,  Wapres meminta kemampuan sumber daya manusia (SDM) petani sawit dapat ditingkatkan.

Wapres juga mengapresiasi peran serta Apkasindo dalam pembinaan petani sawit yang tersebar di 22 provinsi dan 117 kabupaten.

Ke depan, ia berharap pemerintah dapat meningkatkan penyediaan bibit unggul, dan kemudahan petani untuk mendapatkannya.

"Kita harapkan ada peningkatan kualitas produksi kelapa sawit agar didapat harga jual yang tinggi dan merata di semua daerah," ujar Wapres.

Sebagai penutup pertemuan, Apkasindo mengajukan undangan kepada Wapres RI untuk peresmian panen perdana program peremajaan sawit rakyat di Provinsi Riau, yang penanaman perdananya dilakukan Presiden Joko Widodo.

Selanjutnya, meninjau pabrik mini minyak goreng dan pupuk organik milik petani dan pesantren di perkebunan sawit.

Di pertengahan tahun, Wapres diundang meresmikan pabrik kelapa sawit milik petani koperasi binaan Apkansindo berkapasitas 30 ton/jam di Provinsi Kalimantan Selatan.

"Kami juga meminta Wapres membuka Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit II Tahun 2020, di Jakarta. yang akan dihadiri oleh perwakilan petani sawit dari 22 provinsi, 117 kabupaten, dan kelembagaan petani lainnya," ujar Sekjen Apkasindo Rino Afrino.

Baca juga: Apkasindo berharap kabinet baru selesaikan sengkarut kawasan hutan
Baca juga: Program Peremajaan Sawit Rakyat jauh dari target, sebut Apkasindo

Pewarta: Subagyo
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

PPKS Medan jadi saksi sejarah perkembangan industri kelapa sawit di Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar