Negara harus jamin pembangunan berkebudayaan Indonesia, kata Ketua DPR

Negara harus jamin pembangunan berkebudayaan Indonesia, kata Ketua DPR

Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato ilmiah di depan Senat Akademik Undip Semarang, Jumat (14/2/2020). (FOTO ANTARA/ I.C.Senjaya)

Pembangunan karakter manusia Indonesia, sebagai bentuk intervensi untuk memperkuat kepribadian manusia Indonesia, harus berlandaskan pada kebudayaan yanhlg berjiwa kebangsaan Indonesia, jiwa Pancasila,
Semarang (ANTARA) - Ketua DPR Puan Maharani meminta negara menjamin terlaksananya pembangunan manusia Indonesia yang berkebudayaan Indonesia, bukan berkebudayaan bangsa lain.

"Pembangunan karakter manusia Indonesia, sebagai bentuk intervensi untuk memperkuat kepribadian manusia Indonesia, harus berlandaskan pada kebudayaan yanhlg berjiwa kebangsaan Indonesia, jiwa Pancasila," katanya pada pidato ilmiah saat pemberian gelar kehormatan doktor honoris causa (HC) kepada dirinya di kampus Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah, Jumat.

Ia menyebut arti penting kebudayaan yang mampu membentuk karakter manusia untuk lebih memanusiakan manusia, membuat kehidupan menjadi lebih baik dan berperikemanusiaan, membentuk identitas pada suatu masyarakat, serta mampu mempererat solidaritas sosial.

"Manusia hakikatnya bukan hanya produk suatu kebudayaan, tetapi sekaligus pencipta kebudayaan," kata mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu.

Dalam pidato yang berjudul "Kebudayaan sebagai Landasan Utama Pembangunan Manusia Indonesia Berpancasila menuju Era Masyarakat 5.0" itu, Puan juga berpendapat untuk membangun kebudayaan yang kuat tidak bisa dilakukan jika masyarakatnya dalam kondisi miskin, tidak sehat, kurang pendidikan, dan tidak merasa tentram.

Oleh karena itu, kata dia, terdapat intervensi negara melalui berbagai program, seperti penanggulangan kemiskinan, penguatan jaminan sosial, perlindungan kaum marjinal, peningkatan kualitas layanan kesehatan, pembangunan keluarga, serta perlindungan perempuan dan anak.

Di era revolusi industri 4.0, kata dia, selain stimulus inovasi teknologi di berbagai bidang yang spektakuler, ternyata muncul pula ancaman destruktif yang harus diantisipasi.

"Perlu diantisipasi agar tidak menjadi destruktif antarsesama manusia yang bisa mengantar derajat kebudayaan manusia pada titik terendah," katanya.

Kebudayaan Indonesia, kata dia, harus dipandang, ditempatkan, dan difungsikan sebagai landasan untuk memanusiakan manusia Indonesia.

Puan Maharani menerima gelar kehormatan doktor HC atas kontribusi luar biasanya di bidang kebudayaan dan pembangunan manusia dari Undip Semarang dan ia merupakan tokoh ke-13 yang memperoleh gelar kehormatan dari Undip itu.

Baca juga: Puan Maharani mendapat gelar doktor honoris causa dari Undip

Baca juga: Ketua DPR belum baca draf RUU Cipta Kerja

Baca juga: Puan ajak akademisi UI sukseskan RUU "Omnibus Law"

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

DPR dukung kebijakan karantina wilayah terbatas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar