Warga diimbau tak resah sekembalinya mahasiswa Aceh dari Natuna

Warga diimbau tak resah sekembalinya mahasiswa Aceh dari Natuna

Dokumentasi - Petugas posko informasi warga Aceh di Wuhan, China memperlihatkan foto mahasiswa dan warga Aceh yang masih berada negara China di Dinas Sosial Provinsi Aceh, Banda Aceh, Selasa (28/1/2020) (ANTARA/Irwansyah Putra)

Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Aceh mengimbau warga tidak perlu khawatir, apalagi resah, dengan datangnya mahasiswa Aceh yang kembali ke Tanah Rencong usai menjalani observasi di Natuna, Kepulauan Riau, karena mereka dinyatakan terbebas dari dugaan terinfeksi virus corona.

Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri mengatakan para mahasiswa Aceh itu telah melalui pemeriksaan yang ketat sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sehingga masyarakat tidak perlu bereaksi negatif kepada mereka.

"Oleh sebab itu masyarakat tidak perlu resah, tidak perlu ada reaktif yang berlebihan," kata Alhudri di Banda Aceh, Jumat.

Dia menjelaskan, mahasiswa asal Aceh yang menjalani obeservasi di Natuna sebanyak 13 orang. Mereka tergabung dalam 243 WNI yang dievakuasi dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, setelah merebaknya virus corona.

Kata Alhudri, dijadwalkan WNI yang mengikuti observasi tersebut akan kembali ke daerah masing-masing pada Sabtu (15/2). Namun terlebih dahulu mereka akan diterbangkan ke Jakarta.

"Dari Bandara Halim (Jakarta) akan diserahkan ke pemerintah daerah oleh tim pemerintah pusat, baru kemudian dipulangkan ke Aceh," katanya.

Lebih lanjut, kata dia, dari 13 mahasiswa asal Aceh tersebut hanya 11 mahasiswa yang kembali ke Tanah Rencong, sementara dua lainnya akan berangkat ke Yogyakarta dan Banten, lantaran memiliki urusan pribadi.

Menurutnya, mahasiswa Aceh setiba di Jakarta akan dijemput Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta. Selanjutnya pemerintah daerah akan memfasilitasi mereka tiket penerbangan untuk kembali ke Aceh.

"Tiba di Aceh, mereka ada yang dijemput keluarga, jika pun enggak ada keluarga yang jemput, itu akan difasilitasi oleh Dinas Sosial," katanya.

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Stok beras di Aceh cukup hingga bulan September 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar