Kemarin, SNMPTN 2020 hingga kontaminasi radioaktif di Serpong

Kemarin, SNMPTN 2020 hingga kontaminasi radioaktif di Serpong

Seorang jurnalis foto memotret lokasi ditemukannya paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (14/2/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita bidang humaniora menjadi perhatian masyarakat kemarin mulai dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020 hingga kontaminasi nuklir di Serpong, Tangerang Selatan.

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menyatakan siswa dapat mendaftar SNMPTN 2020 mulai Jumat (14/2) pukul 14.00 WIB hingga Kamis (27/2) pukul 23.59 WIB.

Ketua LTMPT Prof Mohammad Nasih mengatakan siswa yang dinyatakan layak diminta untuk memperhatikan kerangka waktu pendaftaran SNMPTN 2020.

Berita letusan Gunung Semeru di Jawa Timur juga menjadi salah satu berita yang menjadi perhatian masyarakat. Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Hendra Gunawan mengatakan Gunung Semeru mengalami dua kali letusan pada periode Kamis (13/2), sejak pukul 00.00 WIB hingga 23.59 WIB.

"Aktivitas kegempaan Gunung Semeru tercatat letusan sebanyak dua kali dengan amplitudo 19-24 milimeter berdurasi 50-74 detik," kata Hendra.

Gunung dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut itu juga mencatat empat kali gempa embusan dengan amplitudo 2-10 milimeter berdurasi 20-40 detik dan gempa tektonik jauh sebanyak tiga kali dengan amplitudo 24-34 milimeter berdurasi 16-247 detik.

Gunung api yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu masih berstatus Waspada atau Level II sehingga masyarakat tidak boleh melakukan kegiatan dalam lingkar satu kilometer dan wilayah sejauh empat kilometer di sektor lereng Selatan-Tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif.

Perhatian publik juga mengarah pada berita Kebun Raya Bogor yang berada di bawah pengelolaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang diusulkan menjadi Situs Warisan Dunia kepada Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

Usulan tersebut dimulai sejak 25 Desember 2017 karena memiliki kekayaan koleksi tumbuhan yang tidak ternilai dan nilai sejarah yang tinggi.

"Kami sedang mengupayakan Kebun Raya Bogor mendapatkan status cagar budaya nasional sebelum dinominasikan sebagai Situs Warisan Dunia," kata Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI R Hendrian.

Hendrian mengatakan Kebun Raya Bogor tidak hanya penting dari sudut pandang penelitian, konservasi tumbuhan, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan, tetapi juga sarat dengan aspek sejarah, budaya, ekonomi, dan tata kota.

Berita kontaminasi paparan radiasi nuklir di Serpong, Tangerang Selatan juga menjadi perhatian masyarakat. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) meminta warga tidak memasuki lokasi yang terkontaminasi di Perumahan Batan Indah, Serpong.

Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik BAPETEN Indra Gunawan mengatakan pelarangan itu demi alasan keselamatan warga.

Pada 30 dan 31 Januari 2020, BAPETEN melakukan uji fungsi dengan target area meliputi Pamulang, Perumahan Dinas Puspiptek, Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun Serpong.

Secara umum nilai paparan radiasi lingkungan menunjukkan nilai normal, tetapi di Perumahan Batan Indah ditemukan kenaikan nilai paparan radiasi di lingkungan area tanah kosong di samping lapangan voli blok J.

"BAPETEN memang rutin melakukan uji fungsi unit pemantau radioaktivitas lingkungan bergerak dengan melakukan pemantauan di area Jabodetabek," kata Indra. 

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden Jokowi ajak Raja Malaysia berkeliling Kebun Raya Bogor

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar