Calon gunung berapi muncul di Kabupaten Timor Tengah Selatan

Calon gunung berapi muncul di Kabupaten Timor Tengah Selatan

Warga Desa Sebot, Kecamatan Molot Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur melihat asap api yang muncul dari dalam bumi, Senin (10/2/2020). ANTARA/ HO-Kepala Desa Sebot

ada bunyi letupan dan gemuruh pada malam dan menjelang pagi hari
Kupang (ANTARA) - Gundukan tanah diduga calon gunung berapi yang mengeluarkan api disertai asap pekat dan air panas, muncul di Desa Sebot, Kecamatan Molo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepala Desa Sebot, Zet Bessie yang dihubungi Antara, Sabtu mengatakan fenomena alam munculnya api disertai asap pekat dan bau belerang dari dalam bumi mulai terjadi pada Minggu (9/2/2020) petang.

"Sampai sekarang api masih terus menyala dari dalam bumi di bekas longsoran di kali Dilak Belo yang berlokasi satu kilometer dari kawasan pemukiman penduduk," kata Zet Bessie.

Baca juga: Bau belerang tercium warga Sukawana pasca-erupsi Tangkuban Parahu
Baca juga: Bau belerang Bromo tercium hingga pos pengamatan
Baca juga: Api Muncul dari Tanah Diteliti


Ia mengatakan, kejadian munculnya api merupakan peristiwa alam yang pertama kali terjadi di daerah itu.

"Lokasi munculnya api dan air panas dari dalam bumi itu berada jauh dari lokasi pemukiman penduduk. Bau belerang sangat terasa di daerah itu selama sepekan ini," tegasnya.

Pemerintah Desa Sebot telah melaporkan peristiwa munculnya gunung berapi ini kepada Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Epy Tahun.

Baca juga: LIPI akan tinjau lokasi semburan air panas dampak gempa di Desa Oma
Baca juga: Geolog: sumur migas picu semburan api-lumpur Ngawi


Menurut dia, asap api semakin tebal dan pekat apabila di lokasi terjadi hujan lebat.

"Apabila terjadi hujan maka asap yang yang muncul dari dalam bumi semakin pekat dan terlihat kecoklatan bahkan berbagai jenis pohon dan tanaman di sekitarnya mati karena panas api yang muncul tersebut,"tegasnya.

Sementara itu Vinsen Besi salah seorang warga Desa Sebot yang dihubungi secara terpisah mengatakan, selama sepekan terakhir sering terdengar bunyi letupan dari lokasi munculnya api di lereng kali Dilak Belo itu.

"Beberapa hari ini ada bunyi letupan dan gemuruh pada malam dan menjelang pagi hari dari lokasi munculnya asap api sehingga mencemaskan warga Desa Sebot," kata Vinsen Besi. 

Baca juga: 20 Titik Semburan Gunung Api Lumpur di Pulau Semau Rusak Lingkungan
Baca juga: Muncul Semburan Api di Lokasi Gempa Mamuju
Baca juga: Dua Semburan Lumpur Keluarkan Api

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar