BTN targetkan raup izin prinsip KPR Rp3 triliun pada pameran IPEX 2020

BTN targetkan raup izin prinsip KPR Rp3 triliun pada pameran IPEX 2020

Direktur Utama PT BTN (Persero) Tbk Pahala Mansury di JCC, Jakarta, Sabtu (15/2/2020). ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah

Kami mengapresiasi kebijakan pemerintah untuk mendukung sektor properti tetap tumbuh
Jakarta (ANTARA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menargetkan dapat meraup izin prinsip kredit pemilikan rumah (KPR) baik subsidi maupun nonsubsidi sebesar Rp3 triliun pada gelaran Indonesia Property Expo (IPEX) 2020.

“Dengan segala bentuk keringanan yang kami tawarkan, kami optimistis akan mampu membukukan izin prinsip sebesar Rp3 triliun pada gelaran ini,” kata Direktur Utama Bank BTN Pahala Mansury di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Resmi dibuka, Indonesia Properti Expo 2020 hadirkan pameran 650 proyek

Sementara, menurut dia, target booked KPR  pada pameran tersebut sebesar Rp1 triliun.

Pahala menyebutkan pihaknya akan memberikan sejumlah keringanan bagi pengunjung seperti suku bunga KPR mulai dari 5,7 persen dengan skema tetap (fixed rate) selama satu tahun, bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, bebas biaya apraisal, dan diskon asuransi jiwa 20 persen.

“Kami juga memberikan cash back tabungan sampai Rp700 ribu sesuai dengan plafon kredit yang diberikan,” ujarnya.

Pahala juga menuturkan tahun ini merupakan momentum tepat untuk membeli properti yang disebabkan oleh banyak faktor seperti berlangsungnya era suku bunga murah dan uang muka KPR semakin terjangkau setelah aturan relaksasi loan to value mulai berlaku Desember 2019.

“Variasi hunian yang strategis terutama di wilayah Jabodetabek juga semakin banyak karena sarana dan prasarana transportasi yang sudah jadi seperti LRT dan MRT,” katanya.

Di sisi lain, ia menyatakan sektor properti pada 2020 akan penuh tantangan karena terdapat ancaman resesi akibat kondisi geopolitik serta wabah virus korona di China yang berpotensi memberikan dampak ke perekonomian Indonesia.

Sementara itu, Pahala tetap optimistis sektor properti yang memiliki dampak berantai kepada 170 industri turunan akan tetap bertahan dan bangkit di tengah ancaman eksternal tersebut.

“Apalagi, pemerintah dan Bank Indonesia memberikan dukungan yang cukup ke sektor properti,” katanya.

Oleh sebab itu, Pahala mengatakan pihaknya juga akan terus mendukung Program Sejuta Rumah yang telah dicanangkan pemerintah dengan mengandalkan KPR nonsubsidi dan tetap berkomitmen menjadi bank penyalur fasilitas likuidItas pembiayaan perumahan (FLPP).

“Kami mengapresiasi kebijakan pemerintah untuk mendukung sektor properti tetap tumbuh,” ujarnya.

Ia melanjutkan Bank BTN aktif menggelar pameran yang mempertemukan konsumen dengan pengembang seperti IPEX 2020 ini juga merupakan upaya dalam mencapai target.

Target tersebut di antaranya adalah pertumbuhan kredit dengan mayoritas ditopang KPR sebesar 8-10 persen yang didorong pertumbuhan KPR secara keseluruhan sekitar 17 persen.

Sementara untuk segmen KPR subsidi, bank berkode saham BBTN ini hanya menargetkan pertumbuhan sekitar tiga persen karena kuota FLPP yang diberikan BTN sebesar 220 ribu unit.

Jumlah tersebut terdiri atas FLPP sebanyak 110 ribu unit dan bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT) sebanyak 40 ribu unit sampai 45 ribu unit.

“Kami dalam waktu dekat akan menawarkan KPR dengan skema khusus yang dapat menangkap segmen masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak kebagian FLPP” katanya.

Baca juga: BTN telah kucurkan Rp111 triliun KPR bersubsidi
Baca juga: BTN kembali masuk dalam indeks saham LQ45


Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pamerkan 650 hunian dari 120 pengembang properti

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar