FPKS: IIFP tegaskan keberpihakan isu kesejahteraan dan perdamaian

FPKS: IIFP tegaskan keberpihakan isu kesejahteraan dan perdamaian

Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini (kanan) saat menjadi pembicara dalam Forum Parlemen Muslim Internasional (IIFP) Ke-IV di Jakarta. (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan pertemuan Forum Parlemen Muslim Internasional (IIFP) Ke-IV di Jakarta berhasil memperkokoh keberpihakan pada isu-isu kemanusiaan, kesejahteraan, dan perdamaian dunia.

"Selama tiga hari penuh anggota parlemen Muslim yang hadir bertukar pikiran tentang isu-isu hak asasi manusia dan kemanusiaan universal. Selain itu kami juga membahas isu-isu demokratisasi, reformasi, pelayanan publik, hingga lingkungan hidup," kata Jazuli dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu.

Dia menjelaskan ada empat poin kesepahaman pertemuan IIFP ke-IV tersebut, pertama; IIFP akan terus memperluas keanggotaannya dengan aktif berkomunikasi dan berkirim surat resmi kepada anggota parlemen Muslim khususnya di negara-negara yang bukan mayoritas Muslim seperti Eropa dan Amerika.

"Hal ini dimaksudkan agar perspektif dan kontribusi IIFP semakin luas dan dirasakan dunia," ujarnya.

Kedua, menurut dia, anggota IIFP berkomitmen untuk mempromosikan dan menampilkan wajah Islam yang ramah, bersahabat, dan berkemajuan dalam interaksi dan peran-peran parlemen khususnya sehingga benar-benar mampu mewujudkan Islam yang rahmatan lilalamin.

Dia menjelaskan, poin ketiga, melalui peran-peran parlemen, IIFP terus mendorong upaya perdamaian dunia di wilayah-wilayah yang berkonflik.

"Serta menunjukkan keberpihakan dan kepedulian atas permasalahan kemanusiaan universal yang menimpa masyarakat dunia terutama kepada masyarakat dan bangsa yang tertindas seperti di Palestina, Rohingya, dan Uighur," katanya.

Poin keempat menurut dia, IIFP mendorong agenda perbaikan atau reformasi pemerintahan dan pelayanan publik juga pelestarian lingkungan yang berorientasi pada pemenuhan kesejahteraan dan pencapaian kemajuan peradaban di negara masing-masing dan dunia internasional.

Dalam kaitan itu menurut Jazuli, anggota IIFP berusaha menjadi teladan dalam mewujudkannya melalui peningkatan profesionalitas dan akuntabilitas kinerja parlemen.

Selain itu Jazuli menjelaskan IIFP dicetuskan di Indonesia pada 2007 yang saat deklarasi dihadiri delegasi anggota parlemen dari 28 negara dan diresmikan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

"Sejarah IIFP itu sangat istimewa bagi Indonesia, semangatnya saat itu adalah anggota parlemen Muslim di seluruh dunia dapat berbagi pandangan dan pengalaman serta bekerja sama erat dalam menghadirkan kedamaian dan kesejahteraan masyarakat dunia melalui peran-peran kolektif parlemen," katanya.

Karena itu menurut dia, Fraksi PKS DPR RI selaku panitia dan tuan rumah pertemuan IIFP ke-IV punya tanggung jawab moral untuk kembali merevitalisasi peran IIFP sebagai forum yang berkontribusi bagi kemaslahatan dunia.

 

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar