Sepak Bola Dunia

Jadi sasaran rasisme, Striker Porto Moussa Marega tinggalkan lapangan

Jadi sasaran rasisme, Striker Porto Moussa Marega tinggalkan lapangan

Striker FC Porto asal Mali Moussa Marega (kiri) bereaksi dan berusaha meninggalkan lapangan setelah mendengar nyanyian rasis, sementara pemain belakang Porto asal Brazil Alex Telles berusaha menahannya dalam pertandingan Liga Portugal antara Vitoria Guimaraes SC dan FC Porto di Stadion Dom Alfonso Henriques di Guimaraes, Minggu (16/2/2020). (AFP/MIGUEL RIOPA)

Jakarta (ANTARA) - Striker Porto yang juga pemain nasional Mali Moussa Marega keluar lapangan setelah menjadi sasaran nyanyian kera (rasisme) dalam pertandingan Liga Portugal di Vitoria Guimaeres, Minggu waktu setempat.

Pemain berusia 28 tahun itu telah mencetak gol kemenangan pada menit ke-60 bagi Porto melawan bekas klubnya, Vitoria Guimaeres itu yang mencetuskan fans tuan rumah untuk mengarahkan perkataan yang bahkan lebih pedas kepada pemain kelahiran Prancis tersebut.

Pada menit ke-71, Marega memberi tanda ke bangku pemain bahwa ia akan keluar sebagai protes meskipun para rekan setimnya, pelatih Porto Sergio Conceicao dan pemain Vitoria berusaha untuk mempertahankan dia di lapangan.

Ketika ia keluar lapangan, Marega yang marah dan kesal memberi tanda jempol ke bawah dengan kedua tangannya kepada fans tuan rumah.

Ia sudah diberi kartu kuning saat merayakan golnya.

Marega bermain bagi Vitoria Guimaeres pada 2016-2017, demikian AFP.

Baca juga: Schalke didenda 50 ribu euro akibat sorakan rasial suporter
Baca juga: Lazio didenda gara-gara fans hina BalotelliBaca juga: Rudiger soal rasisme: "Kapan omong kosong ini akan berhenti?"

 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menko Polhukam sebut kerusuhan di Papua karena ditunggangi provokator

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar