Dokter saraf: Stres bisa memicu serangan migrain

Dokter saraf: Stres bisa memicu serangan migrain

Dokter spesialis saraf dr. Untung Gunarto Sp.S. MM. ANTARA/HO - dok. pribadi/pri.

Salah satu pencetus serangan migrain yang paling sering terjadi disebabkan oleh stres
Purwokerto (ANTARA) - Dokter spesialis saraf dr. Untung Gunarto Sp.S. MM mengingatkan bahwa kondisi stres pada seseorang bisa memicu terjadinya migrain.

"Salah satu pencetus serangan migrain yang paling sering terjadi biasanya disebabkan oleh stres dan hormonal," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin.

Untuk itu, dokter yang praktik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto tersebut mengingatkan pentingnya mengelola stres guna mencegah serangan migrain.

"Upayakan selalu mengelola stres dan selalu dalam keadaan nyaman baik secara fisik maupun psikis," katanya.

Baca juga: Ini beda migrain dan sakit kepala biasa

Dia juga menambahkan bahwa untuk mencegah migrain seseorang perlu mengatur pola istirahat yang cukup dan melakukan olah raga rutin.

"Selalu menjaga stamina dengan istirahat yang cukup dan melakukan olah raga rutin, selain itu perlu juga menyiapkan psikis yang stabil saat menstruasi dan hindari makanan yang biasanya menjadi pencetus," katanya.

Dia menjelaskan serangan migrain memang terkadang dipicu oleh makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh penderita.

"Karena itu bagi mereka yang beberapa kali mengalami serangan migrain setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu yang disinyalir menjadi pencetus migrain maka sebaiknya dihindari dulu faktor pencetusnya," katanya.

Sementara itu dia mengatakan bahwa biasanya serangan migrain akan berkurang seiring dengan pertambahan usia.

"Bisanya semakin bertambah usia seseorang, maka semakin jarang terjadinya serangan migrain," katanya.

Dia juga menambahkan bahwa bagi mereka yang sering mengalami migrain dan telah cukup mengganggu aktivitas sehari-hari maka dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk memeriksakan diri dan berkonsultasi.

Baca juga: Kafein sebabkan migrain? Ini jawaban peneliti

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar