Calon gubernur perseorangan belum ada yang daftar ke KPU Kalsel

Calon gubernur perseorangan belum ada yang daftar ke KPU Kalsel

Ketua KPU Kalsel Sarmuji.(Sukarli Ant)

Banjarmasin (ANTARA) - Pendaftaran calon gubernur lewat perseorangan atau independen telah dibuka sejak 16 hingga 20 Februari untuk pilkada tahun 2020, hingga kini belum ada yang datang ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan.

Ketua KPU Kalsel Sarmuji di kantor KPU Kalsel di Banjarmasin, Senin, mengungkapkan, sebenarnya ada satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang telah menyatakan akan maju lewat jalur independen, yakni, Edy Suriyadi yang merupakan Ketua Kadin Kalsel menggandeng M Irbas.

Namun hingga kini, lanjut Sarmuji, satu pasangan calon independen tersebut belum juga datang untuk mendaftar dengan membawa persyaratan yang telah ditentukan.

"Tapi perkiraan saya, mereka tidak akan datang mendaftar juga," paparnya.

Sebab, tutur Sarmuji, tidak ada data yang masuk melalui Sistem Informasi Pencalonan (silon) terkait jumlah dukungan yang disyaratkan dilampirkan.

"Menurut operator kita, tidak ada data yang masuk lagi di Silon dari pasangan calon independen," ujarnya.

Sebagaimana ketentuannya, lanjut Sarmuji, pasangan calon independen wajib mengumpulkan dukungan minimal sebanyak 243.888 masyarakat, lewat bukti dokumen KTP-el yang bertandatangan.

Di mana pula, ujar dia, sebaran dukungan ini minimal di tujuh kabupaten/kota.

Data dukungan tersebut, terangnya, dimuat pula pada Sistem Informasi Pencalonan (silon) pilkada Kalsel tahun 2020.

Di mana, ucap dia, data keseluruhan dukungan tersebut akan diverifikasi secara administrasi dan faktual, hingga prosesnya cukup panjang.

"Makanya pendaftaran calon independen ini lebih dulu, karena perlu panjang prosesnya hingga ditetapkan memenuhi syarat, dan bisa mendaftar ditetapkan sebagai pasangan calon sah," tuturnya.

Sebab, kata Sarmuji, pendaftaran pasangan calon perseorangan yang sudah memenuhi syarat ini akan bersamaan dengan pasangan calon yang diusung partai politik, sekitar bulan Juni 2020.

Untuk tensi politik jelang pilkada 2020 di Kalsel ini memang belum banyak yang menampakkan diri untuk menjadi penantang petahana H Sahbirin Noor.

Hanya ada H Deny Indrayana yang merupakan mantan wakil menteri Hukum dan HAM era presiden SBY yang menyatakan maju dan mulai bergerak bersosialisasi diri, meski belum ada kepastian parpol yang mendukung.

Sementara sang petahana yang merupakan Gubernur Kalsel saat ini, lebih dikenal Paman Birin sudah dipastikan akan diusung Golkar sebagai pemenang Pemilu 2019 tadi di provinsi tersebut.

Karena Paman Birin merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kalsel, hingga Golkar hanya membuka penjaringan Cawagub bagi Paman Birin pada pilkada 2020 ini.

Baca juga: Gubernur teken anggaran Pilkada Kalsel di Posko Karhutla

Baca juga: Pilgub Kalsel, Denny Indrayana jajaki lagi tiga parpol

Baca juga: Kapolda Kalsel: Pertahankan kondusifitas jelang Pilkada serenta


Pewarta: Sukarli
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar