Emil Salim dorong pemerintah genjot pembangunan di daerah

Emil Salim dorong pemerintah genjot pembangunan di daerah

Ekonom senior dan cendekiawan Emil Salim di Jakarta, Senin (17/2/2020). (ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)

Jakarta (ANTARA) - Ekonom senior dan cendekiawan Emil Salim mendorong pemerintah untuk terus melakukan pembangunan di daerah agar dapat menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini.

Emil mengatakan hal tersebut berkaitan dengan berbagai faktor eksternal seperti perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China, Pemilu AS, serta wabah virus Corona yang akan mempengaruhi ekonomi tanah air.

“Hal-hal internasional ini mempengaruhi gerak perkembangan ekonomi kita maka pembangunan ekonomi daerah menjadi penting. Perlu untuk kita galakkan itu,” katanya di Jakarta, Senin.

Baca juga: Emil Salim ingatkan Omnibus Law harus seimbangkan tiga aspek

Emil menuturkan sebenarnya daerah memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi penunjang utama pertumbuhan ekonomi nasional karena memiliki Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia berlimpah.

Oleh karena itu, Emil menyarankan pemerintah agar dapat menggali potensi besar tersebut seperti membuat sektor pertanian lebih baik sehingga dapat menjadi sumber pasokan pangan untuk masyarakat tanpa harus impor.

“Nah bagaimana ini yang kita dorong tumbuh, misalnya pertanian untuk konsumsi rakyat kita sendiri maka tidak usah impor bawang putih, beras, dan lain-lain,” katanya.

Baca juga: Lahan pertanian harus masuk ke tata ruang untuk kedaulatan pangan

Emil menyatakan target pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2020 sebesar 5,3 persen merupakan sesuatu yang wajar karena sejak dulu Menteri Keuangan rata-rata menargetkan di level 5 persen hingga 5,3 persen.

“Dari dulu kan memang sasaran Menteri Keuangan bahwa kita antara 5 sampai 5,3 persen dari dulu,” ujarnya.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dorong pariwisata jadi tumpuan pertumbuhan ekonomi Temanggung

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar