IKM cetak penjualan 1,57 juta dolar AS di Messe Frankfurt

IKM  cetak penjualan 1,57 juta dolar AS di Messe Frankfurt

Paviliun Indonesia menampilkan produk-produk kerajinan dari delapan industri kecil dan menengah (IKM) Indonesia yang difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian pada pameran Ambiente 2020 di Messe Frankfurt, Jerman, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO Biro Humas Kemenperin/am.

Dalam gelaran tahun ini minat buyer juga cukup tinggi terhadap produk-produk dari para IKM Indonesia. Mereka juga berhasil mendapatkan sekitar 102 kontrak dagang dari 37 negara
Jakarta (ANTARA) - Delapan Industri Kecil Menengah (IKM) nasional berhasil mencetak penjualan 1,57 juta dolar AS pada pameran Ambiente 2020 di Messe Frankfurt, Jerman, pada 8-12 Februari 2019.

“Dalam gelaran tahun ini minat buyer juga cukup tinggi terhadap produk-produk dari para IKM Indonesia. Mereka juga berhasil mendapatkan sekitar 102 kontrak dagang dari 37 negara,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih lewat keterangannya di Jakarta, Senin.

Selain itu, IKM tersebut juga membukukan berbagai pesanan dan penjualan yang akan ditindaklanjuti setelah pameran berakhir.

Pada 2020, Ambiente diikuti sebanyak 4.635 peserta dari 93 negara. Jumlah peserta tersebut meningkat 3,9 persen dibanding 2019.

Sementara itu, jumlah pengunjung mencapai 108 ribu orang dari 160 negara (62 persen berasal dari luar Jerman), antara lain dari Italia, Perancis, Belanda, Spanyol, Britania Raya, Turki, Amerika Serikat, Rusia dan Jepang.

Di tengah gelaran Ambiente, juga dilaksanakan Business Gathering yang beker jasama dengan KBRI Berlin dan KJRI Frankfurt. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan bisnis antara para pelaku usaha kerajinan Indonesia dan Jerman.

“Pada acara tersebut, kami telah menyampaikan informasi mengenai keunggulan dan kualitas produk Indonesia serta mengajak para pelaku usaha Jerman untuk terus meningkatkan hubungan bisnis dengan Indonesia,” katanya.

Gati mengemukakan, perusahaan Indonesia juga berkesempatan untuk membangun jejaring dan kontak bisnis dengan sejumlah perusahaan Jerman, dan juga negara lain seperti Perancis dan Jepang.

Beberapa peserta Indonesia menyatakan bahwa dari acara serupa tahun lalu telah berhasil mendapatkan orderan besar yang masih berlanjut sampai beberapa waktu ke depan.

Bahkan, Gati menyampaikan, pameran Ambiente menjadi ajang promosi penting di Jerman dan Eropa untuk berbagai produk consumer goods, yang nantinya dapat menghasilkan nilai ekonomi cukup baik bagi para peserta Indonesia.

“Dalam lima tahun terakhir, Paviliun Indonesia mencatatkan kenaikan nilai transaksinya hingga 113%. Tentunya hal ini capaian yang sangat membanggakan, yang menunjukkan peningkatan kemampuan IKM Indonesia di pasar global,” katanya.

Baca juga: Indonesia promosi wisata hingga ke Bavaria

Baca juga: Produk kerajinan Indonesia berupaya tembus pasar global di Frankfurt

 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bilik disinfektan IKM STIP Lombok terpasang di objek vital

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar