Baznas Lebak salurkan permodalan ekonomi kreatif Rp255 juta

Baznas Lebak salurkan permodalan ekonomi kreatif Rp255 juta

Ketua Baznas Kabupaten Lebak H Eri Rachmat memberikan keterangan di Lebak, Senin (17/2/2020). ANTARA/Mansyur S

dapat mengantisipasi maraknya praktik rentenir
Lebak (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak, Banten, menyalurkan bantuan permodalan untuk usaha ekonomi kreatif hingga mencapai Rp255 juta yang pengembaliannya melalui angsuran tanpa dikenai bunga.

"Bantuan modal Rp255 juta itu untuk 777 orang yang tergabung dalam 173 kelompok usaha. Cara pengembaliannya melalui angsuran bulanan dan tidak dikenakan bunga," kata Ketua Baznas Kabupaten Lebak H Eri Rachmat di Lebak, Senin.

Penyaluran bantuan permodalan itu untuk mendorong usaha ekonomi kreatif masyarakat itu bisa berkembang hingga meningkatkan kesejahteraan juga menyerap lapangan pekerjaan.

"Selain itu juga dapat mengantisipasi maraknya praktik rentenir, dimana banyak pelaku usaha kecil terjerat 'lintah darat' yang menerapkan bunga tinggi," katanya.

Baca juga: Baznas Samarinda bantu modal usaha kepada mualaf
Baca juga: BAZNAS bantu usaha kuliner mustahik sate Bekasi


Menurut dia, penerima permodalan ekonomi kreatif itu antara lain berprofesi sebagai pedagang asongan, pedagang kaki lima, pedagang keliling dan pedagang yang menggunakan gerobak. "Melalui modal itu banyak pelaku usaha yang berhasil mengembangkan usahanya sehingga mampu membuka kios dan toko sendiri," katanya.

Mereka menerima bantuan penguatan modal bervariasi antara Rp500 ribu sampai Rp2 juta dengan mengembalikan pinjaman dalam tempo 10 bulan.

"Kami berharap pelaku usaha itu mampu memperkuat ekonomi keluarga, sehingga berdampak terhadap kesejahteraan dan akhirnya mereka menjadi pembayar zakat," ujarnya.

Baca juga: Pembiayaan mikro perdesaan di Aceh diresmikan BAZNAS
Baca juga: Baznas tingkatkan ekonomi peternak sapi perah di Jakarta


Udi (45) warga Kecamatan Rangkasbitung mengaku dirinya merasa terbantu dengan adanya bantuan modal bergulir dari Baznas itu hingga kini usahanya berkembang dan sudah memiliki kios.

Penyaluran bantuan modal itu berawal sebesar Rp500 ribu,namun kini usahanya berkembang hingga menerima pinjaman modal Rp2 juta.

"Kami sehari bisa menghasilkan omzet Rp800 ribu setelah usahanya berkembang," kata Udi yang berjualan aneka makanan.

Sementara itu, Maesaroh (40), seorang pedagang sayuran keliling warga Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak mengaku bahwa dirinya cukup terbantu setelah menerima permodalan tahap kedua dari Baznas Lebak sebesar Rp1 juta.

Permodalan sebesar itu, kata dia, dapat berkembang usahanya sehingga saat ini keuntungan bersih mencapai Rp100 ribu per hari.

Baca juga: BAZNAS kembangkan 500 retail mustahik
Baca juga: Baznas DKI luncurkan warung "Bagii Piring" di Jakbar
Baca juga: UNDP-BAZNAS bantu bangun ketahanan ekonomi korban bencana Sigi

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar