PKS-Gerindra beda mekanisme voting, cawagub dipilih secara tertutup

PKS-Gerindra beda mekanisme voting, cawagub dipilih secara tertutup

Gedung DPRD DKI Jakarta di Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat. ANTARA/Andi Firdaus/am. (ANTARA/Andi Firdaus)

Kalau mengikuti draf pansus (panitia khusus) itu tertutup voting-nya
Jakarta (ANTARA) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra berbeda pandangan soal mekanisme voting Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta, namun pada Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) Selasa ini, dipastikan pemilihan menggunakan mekanisme tertutup.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI M Arifin mengungkapkan bahwa fraksinya berpendapat pemilihan wakil gubernur harus dilakukan melalui mekanisme tertutup.

Arifin menuturkan mekanisme pemilihan dengan voting tertutup mengacu draf pansus dari anggota DPRD periode sebelumnya.

Baca juga: Dua cawagub DKI Jakarta kian intensif dekati parpol

"Ya kita ikuti yang disepakati oleh teman-teman yang lama, supaya tidak membuat yang baru lagi," ujarnya.

Sementara itu, Penasihat Fraksi Gerindra DPRD DKI M Taufik menyebutkan dirinya dan pihaknya menghendaki agar mekanisme pemilihan dilakukan secara terbuka agar lebih transparan pada publik.

Menurutnya, metode tersebut bisa jadi bentuk tanggung jawab kepada konstituen dan juga menghindari praktik politik uang.

"Supaya tidak ada prasangka buruk," kata Taufik yang juga Wakil Ketua DPRD DKI tersebut.

Selasa ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mengadakan rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) untuk membahas tata tertib pemilihan wakil gubernur atau cawagub pengganti Sandiaga Uno.

Baca juga: Riza Patria akui tidak tahu arah dukungan partai-partai DPRD DKI

Dalam Rapimgab, disepakati pemilihan akan dilaksanakan secara voting tertutup. Hal itu berpatokan pada hasil Pansus periode sebelumnya.

"Jadi ada perdebatan kemudian disepakati mengikuti hasil Pansus lama tertutup," ucap Taufik.

Keputusan Rapimgab tersebut, kemudian akan diparipurnakan pada, Rabu (19/2).

"Insyaallah pukul 13.00 WIB kita rapat paripurna sebagai ketentuan harus disahkan lewat paripurna, tata tertib itu," kata Taufik menambahkan.

Baca juga: Nurmansjah Lubis nyatakan siap mendapat "bully" dari netizen
Baca juga: Warga DKI Jakarta akan miliki wakil gubernur Februari 2020


Selanjutnya, pimpinan DPRD DKI akan segera membuat surat agar setiap fraksi menunjuk satu anggotanya sebagai panitia pemilihan (Panlih) wakil gubernur yang juga diparipurnakan Rabu (19/2).

Sebelumnya, PKS dan Gerindra sepakat untuk mengajukan nama Nurmansjah Lubis dan Riza Patria untuk maju sebagai calon wakil gubernur DKI.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gerindra dan PKS yakin kadernya terpilih sebagai wagub DKI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar