Gerindra-PKS bela Anies Baswedan terkait survei Indo Barometer

Gerindra-PKS bela Anies Baswedan terkait survei Indo Barometer

Muhammad Qodari (ANTARA)

Fakta itu kan titik banjir lebih sedikit, RW lebih sedikit
Jakarta (ANTARA) - Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membela Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Baswedan, terkait survei Indo Barometer mengenai survei kepuasan atas penanganan banjir dan kemacetan tiga gubernur terakhir di Ibu Kota itu.

Politikus Gerindra, M Taufik, menilai survei Indo Barometer terkait penanganan banjir memiliki lingkup kecil, namun nyatanya titik banjir saat Anies menjabat, lebih sedikit.

"Fakta itu kan titik banjir lebih sedikit, RW lebih sedikit. Saya enggak ngomong lebih baik, tapi lebih sedikit," ujar Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa.

Adapun untuk penanganan kemacetan, Taufik menilai tidak ada perbedaan signifikan antara zaman Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies.

"Yang menangani macet apa? TransJakarta? Kan sama saja. Penambahan rute juga tak berpengaruh besar," tutur Taufik.

Baca juga: Indo Barometer: Ahok unggul atasi banjir dan macet

Kendati demikian, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu tidak mempermasalahkan hasil survei yang menempatkan Anies di bawah dua gubernur sebelumnya.

"Itu biasa," katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta M Arifin mengklaim kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lebih baik dari pendahulunya yakni Ahok.

Hal itu sekaligus membantah hasil survei Indo Barometer yang menyebutkan bahwa Ahok paling baik dalam memimpin Ibu Kota.

"Jauh lebih bagus yang sudah dilakukan Anies," kata Arifin di lokasi yang sama.

Arifin mencontohkan, soal penanganan banjir Anies yang diklaimnya lebih baik dibandingkan Ahok, selain titik banjir yang berkurang.

"Titik-titik banjir berkurang zaman Anies, kemudian pengungsi jauh lebih minimal di zaman Pak Anies dibanding Gubernur sebelum-sebelumnya," ucap dia.

Baca juga: Disinformasi, saat tangani banjir Anies tak diliput media

Anies juga, klaim dia, lebih baik dari Ahok dalam mengurusi persoalan kemacetan yang diakui secara nasional dengan diberikannya Anies penghargaan berkaitan transportasi.

"Soal macet, Anies juga lebih rendah. Contohnya beliau dapat penghargaan tingkat nasional dalam penanganan transportasi, urutan ketiga di dunia," ujarnya.

Sebelumnya, Indo Barometer mengukur tingkat keberhasilan tiga gubernur terakhir DKI Jakarta. Ada lima indikator pengukuran, yakni penanganan banjir, kemacetan, pendidikan, kesehatan dan ekonomi warga.

Sebanyak 42 persen responden menilai Ahok berhasil mengatasi banjir Jakarta. Selanjutnya, 25 persen memilih Jokowi dan Anies dipilih 4,1 persen responden.

Kemudian, sebanyak 35,3 persen menilai Ahok berhasil menangani kemacetan, selanjutnya Jokowi dipilih 35,1 persen responden dan Anies dipilih 8,3 persen responden.

Baca juga: Warga DKI Jakarta akan miliki wakil gubernur Februari 2020

Survei dilakukan terhadap 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi. Pengumpulan data mulai 9 Januari 2020 hingga 15 Januari 2020 dengan teknik wawancara tatap muka menggunakan kuesioner.

Responden survei ialah warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih. Tingkat kepercayaan jajak pendapat ini mencapai 95 persen dengan margin of error 2,83 persen.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jam operasional transportasi umum berlaku normal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar