Pemerintah perlu lebih fokus kembangkan kapasitas petani Nusantara

Pemerintah perlu lebih fokus kembangkan kapasitas petani Nusantara

Ilustrasi - lahan pertanian. (en.wikipedia.org)

Saya usul perlu ada semacam program pengembangan kapasitas yang dilakukan sehingga petani tidak sekedar diposisikan sebagai aktor penerima bantuan
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah diharapkan untuk lebih fokus dalam rangka mengembangkan kapasitas petani Nusantara agar selaras dengan visi dari pemerintahan Presiden Joko Widodo yang ingin menciptakan Indonesia hebat melalui SDM unggul.

"Saya belum lihat ada perhatian yang fokus tentang pengembangan kapasitas petani terutama jika dikaitkan dengan distribusi bantuan yang dilakukan Kementan," kata Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema dalam rilis di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, distribusi bantuan yang ada, tekanannya masih lebih kepada aspek teknis administratif.

Untuk itu, ia menginginkan agar di dalam perubahan komposisi pagu anggaran Kementan tahun 2020 ini, hal itu bisa diakomodir.

Politisi PDI Perjuangan itu mengingatkan, petani adalah aktor dan subyek dari sektor pertanian.

"Saya usul perlu ada semacam program pengembangan kapasitas yang dilakukan sehingga petani tidak sekedar diposisikan sebagai aktor penerima bantuan," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyerahkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 6 persen senilai Rp4,82 miliar untuk membangun kemandirian petani dalam mengelola usaha pertaniannya.

Bantuan KUR tersebut diberikan kepada 271 petani di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah sebagai implementasi Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0 dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern. Penyerahan KUR kali ini merupakan kolaborasi Kementerian Pertanian dengan BNI.

"Hari ini kita gulirkan KUR sejumlah Rp4,1 miliar. Manfaatkan dana ini dengan sebaiknya. Ada KUR disiapkan oleh BNI dan bank lainnya, untuk memperkuat modal bapak/ibu petani," kata Mentan Syahrul pada penyerahan KUR yang dilakukan secara simbolis di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Rabu (12/2).

Menurut Syahrul, program KUR menjadi upaya bagi Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para petani dengan memfasilitasi pembiayaan berbunga rendah.

Pada tahun ini, suku bunga KUR ditetapkan menjadi 6 persen per tahun dan tanpa agunan untuk pinjaman maksimal Rp50 juta. Sebelumnya, bunga KUR pada 2019 sebesar 7 persen per tahun.

Oleh karena itu, Kementan pada Tahun Anggaran 2020 sudah mengalokasikan KUR sebesar Rp50 triliun yang terbagi di BNI Rp20 triliun, BRI Rp10 triliun dan Bank Mandiri Rp20 triliun.

Baca juga: Bangun kemandirian petani, Mentan serahkan bantuan KUR Rp4,82 miliar
Baca juga: Kementan-BNI salurkan KUR Rp4,1 miliar untuk petani Karanganyar

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Program kapasitas petani manggis guna tingkatkan ekspor

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar