Kemarin, stok bahan baku masker menipis hingga tawuran Cempaka Putih

Kemarin, stok bahan baku masker menipis hingga tawuran Cempaka Putih

ILUSTRASI - Seorang wanita mengenakan masker untuk mencegah penularan penyakit. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi/am.

Jakarta (ANTARA) - Menipisnya persediaan masker untuk cegah virus corona, tas diduga berisi bom yang ternyata berisi kerupuk kulit, kelanjutan formula E, hingga ancaman penjara bagi pelaku tawuran Cempaka Putih yang menewaskan satu orang pedagang pecel lele.

Berikut Redaksi Metropolitan LKBN ANTARA merangkumkan berita menarik kemarin untuk anda yang masih relevan untuk di baca pagi ini, klik judul untuk membaca lebih lanjut:

1. Produksi masker di Jakarta terganggu karena sulit bahan baku

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan, produksi masker di kawasan ini terganggu karena terkendala bahan baku yang sebagian besar berasal dari China,k menyusul langkahnya komoditas itu belakangan ini.

"Jadi belum ditemukan (ada penimbunan). Karena memang itu bahan bakunya memang habis, kan itu bahan bakunya impor dari China. Dan dengan adanya kasus Corona tentu produksinya juga berkurang," ucap Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (KUKMP) DKI Jakarta, Elizabeth Ratu Rante Allo, di Jakarta, Selasa.

2. Tas diduga bom di Kembangan berisi krupuk kulit pedas

Tas mencurigakan diduga berisi bom di Jalan Mawar, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa, rupanya berisi krupuk kulit pedas.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru membenarkan hasil penyisiran unit penjinak bom Polri negatif bahan peledak.

3. Polrestro Jaksel autopsi jenazah putri Karen "Idol" Rabu

Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan menjadwalkan akan melakukan autopsi terhadap jenazah putri Karen "Idol" Pooroe pada Rabu (19/2), dalam rangka penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematiannya.

"Info dari rekan-rekan persiapan dan lain dimulai jam 07.00 WIB," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP M Irwan Susanto saat dikonfirmasi, Selasa malam.

4. Komisi E DPRD DKI panggil Anies soal Formula E

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan dirinya masih berpandangan agar Pemprov DKI Jakarta tidak melaksanakan balap mobil Formula E di kawasan Monas, untuk itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan dipanggil Komisi E.

"Formula E jangan di Monas. Saya tidak menghalangi Formula E, kerja Pemda bagus-bagus saja, tapi jangan cagar budaya ditabrak begitu. Kami berencana memanggil Anies, besok (Rabu, red) Komisi E akan memanggil menanyakan masalah Monas. Selanjutnya jika berkembang, saya yang akan panggil Anies," ujar Prasetio di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa.

5. Para pelaku tawuran Cempaka Putih terancam 15 tahun penjara

Tujuh pelaku tawuran di kawasan Cempaka Putih yang menewaskan seorang penjual pecel lele terancam penjara selama 15 tahun.

"Mereka (para pelaku tawuran) rata-rata tidak memiliki pekerjaan. Mereka sudah dewasa dan bukan lagi pelajar sehingga mereka terancam pasal 170 KUHP dengan ancamannya 15 tahun," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto dalam pengungkapan kasus tawuran Cempaka Putih di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa.
 

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar