Distan Flores Timur intensifkan pemantauan serangan hama tikus

Distan Flores Timur intensifkan pemantauan serangan hama tikus

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur, Anton Wukak Sogen, saat memantau kondisi tanaman jagung petani yang terserang hama ulat grayak. ANTARA/HO-Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur

"Melalui petugas penyuluh di lapangan setiap hari kami terus memantau secara intensif kondisi serangan hama tikus yang berdasarkan laporan sementara sudah semakin meluas
Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Pertanian (Distan), Kabupaten Flores Timur, Anton Wukak Sogen mengemukakan pihaknya terus mengintensifkan pemantauan terhadap serangan hama tikus pada lahan tanaman jagung milik petani di kabupaten bagian paling timur Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.

"Melalui petugas penyuluh di lapangan setiap hari kami terus memantau secara intensif kondisi serangan hama tikus yang berdasarkan laporan sementara sudah semakin meluas," katanya ketika dihubungi dari Kupang, Rabu, terkait serangan hama tikus di daerah itu.

Dia mengatakan, upaya pemantauan langsung perlu dilakukan secara intensif untuk mendapatkan data yang akurat terkait sebaran hama sehingga bisa ditangani secara cepat dan tepat.

Serangan hama tikus, lanjut dia, sebelumnya telah menyerang sekitar 8 hektare lahan tanaman jagung petani di Kecamatan Klubagolit, Pulau Adonara.

Namun berdasarkan informasi dari lapangan, serangan hama tikus sudah menyebar di Kecamatan Tanjung Bunga yang berada di wilayah daratan Larantuka, ibu kota kabupaten setempat, katanya.

"Mengenai berapa luas serangan hama tikus masih terus kami koordinasikan dengan petugas di lapangan untuk mendapatkan data yang akurat," katanya.

Menurut dia, ketika ada laporan serangan hama tikus maka pihaknya juga langsung mengkomunikasikannya dengan petugas penyuluh di lapangan untuk bersama-sama melakukan penanganan.

"Untuk stok racun tikus yang kami miliki sangat memadai sehingga sewaktu-waktu bisa disalurkan ke lapangan untuk membasmi hama," katanya.

Anton Sogen menambahkan, serangan hama tikus di daerah itu memang perlu terus diwaspadai, namun yang paling mengkhawatirkan adalah hama ulat grayak yang sudah menyerang ribuan hektare lahan tanaman jagung yang menyebar di 19 kecamatan.

Pihaknya juga telah memberikan peringatan dini kepada semua kecamatan di daerah itu untuk mewaspadai dampak serangan ini disertai langka pengendaliannya mengingat serangan hama ulat grayak telah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB).

Baca juga: Hama tikus serang 8 hektare lahan jagung di Flores Timur

Baca juga: Hama tikus serang 455 hektare sawah di Kabupaten Magetan

Baca juga: Hama tikus serang 100 hektare lahan padi di Madiun

Baca juga: Malaysia andalkan burung hantu basmi tikus di kebun sawit


 

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar