Legislator minta Nadiem cepat tanggap terhadap respon masyarakat

Legislator minta Nadiem cepat tanggap terhadap respon masyarakat

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih. (ANTARA/HO/Dokumentasi Partai Keadilan Sejahtera)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Fikri Faqih meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim untuk cepat tanggap merespon isu yang beredar di masyarakat.

"Kami sebenarnya sangat menunggu gercep alias gerak cepat Mas Menteri merespon isu di masyarakat," ujar Fikri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Fikri menyatakan, tuntutan dari masyarakat soal perubahan struktur kementerian di bawah Nadiem, yang menyebabkan hilangnya Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-Dikmas) di jajaran eselon I. Kemendikbud.

Baca juga: Mendikbud tegaskan tidak ada penghapusan guru honorer

"Alhamdulillah sudah ditindaklanjuti oleh Kemendikbud, bahkan sudah dengan Kemen Pan-RB, yakni dengan memasukkan Direktorat Dikmas dan Diksus di bawah Dirjen Paud Dikdas dan Dikmen dan juga di bawah Dirjen Vokasi,” tambah politisi PKS itu.

Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi X DPR pada 14 dan 27 Januari silam, sejumlah elemen masyarakat, seperti PNFI, Himpaudi dan Nurani Hati Institut menyuarakan keberatan atas hilangnya nomenklatur pendidikan usia dini dan pendidikan masyarakat di Kemendikbud.

“Alhamdulillah tuntutan tersebut kini akan diakomodasi," kata Fikri.

Baca juga: Mendikbud akui jumlah penerima dana BOS 2020 berkurang

Fikri menambahkan, perubahan kebijakan tersebut akan diakomodasi dalam revisi peraturan menteri nomor 45 tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemendikbud.

Lebih jauh, Fikri meminta Mendikbud lebih peka dan responsif terhadap berbagai isu terkait pendidikan nasional, terlebih di bawah institusi Kemendikbud.

“Akhirnya Mas Mentri memahami birokrasi dan mau mendengar kondisi dan kebutuhan lapangan." kata dia.

Selain itu, menurut Fikri melayani masyarakat yang berdemo tidak selamanya buruk.

"Sebagai pejabat publik, wajar senantiasa diprotes masyarakat, andai waktu dulu mereka (Paud-Dikmas) demo diterima, tentu lebih indah dan lebih cepat terselesaikan,” ucap dia.

Fikri juga menyarankan agar Mendikbud Nadiem lebih banyak turun ke lapangan untuk melihat kondisi realitas pendidikan kita.

"Sekarang sudah banyak wacana yang dilempar ke publik, kini saatnya Mas Menteri terus keliling ke seantero Indonesia, sehingga tahu persis kondisi pendidikan di Tanah Air ini secara lengkap dari Sabang sampai Merauke, dan dari Miangas sampai Pulau Rote," imbuh dia.***3***

Pewarta: Indriani
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar