Pemkab Purwakarta kembangkan layanan perpustakaan berbasis digital

Pemkab Purwakarta kembangkan layanan perpustakaan berbasis digital

Bupati Purwakarta mendampingi pelajar yang memanfaatkan bahan bacaaan di perpustakaan. ANTARA/HO-Pemkab Purwakarta

Purwakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Purwakarta Jawa Barat mengembangkan layanan perpustakaan berbasis digital dan bisa diakses melalui smartphone untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

“Dengan aplikasi ini, maka membaca buku di perpustakaan daerah bisa dilakukan melalui smartphone,” kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah setempat, Mohamad Ramdhan, di Purwakarta, Rabu.

Baca juga: KPPPA luncurkan aplikasi perpustakaan digital

Layanan perpustakaan berbasis digital tersebut diberi nama Maranggi kepanjangan dari Maca Rame-rame Ngangge Digital.

Menurut dia, layanan Maranggi sengaja diluncurkan untuk memudahkan layanan perpustakaan, karena dengan layanan ini masyarakat terutama pelajar bisa mengakses buku bacaan melalui telepon selulernya masing-masing.

Baca juga: LIPI catat 382.568 artikel sudah dalam bentuk digital

Dikatakannya untuk mengakses layanan ini cukup mudah masyarakat hanya tinggal mengunduh aplikasi E-Perpusda di smartphone.

“Layanan itu sudah bisa akses,” katanya.

Baca juga: Ganeca Digital manjakan pembaca peroleh buku cepat dan murah

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengaku prihatin dengan perkembangan zaman, karena seiring berkembangnya teknologi penggemar baca buku semakin berkurang. Bahkan, saat ini budaya membaca nyaris dilupakan oleh generasi muda.

Data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia saat ini hanya di angka 0,001 persen. Angka tersebut, ternyata tak jauh beda dengan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2012 yang menunjukan bahwa masyarakat Indonesia belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama mendapatkan informasi.

Hal tersebut yang mendasari pihaknya untuk terus membuat program sebagai bagian dari upaya melestarikan dan meningkatkan budaya baca di masyarakat. Salah satunya dengan memaksimalkan peran perpustakaan daerah (Perpusda).

Anne menyampaikan perpustakaan daerah kali ini dibuat dengan tema kekinian, mengusung konsep digital berbasis aplikasi. Jadi, perpustakaan tersebut dibuat dengan sistem digital (e-book) tanpa mengesampingkan buku konvesional.

“Saat ini di Perpusda telah tersedia dua tampilan, yakni buku yang ada bentuk fisiknya (konvensional). Serta, buku yang bisa diakses secara digital, baik melalui telepon selular, laptop ataupun komputer (e-book),” kata dia.

Pewarta: M Ali Khumaini
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Habiskan waktu di rumah saja membaca buku daring melalui aplikasi iPusnas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar