Kemensos harus lebih agresif tangani kemiskinan, kata Juliari Batubara

Kemensos harus lebih agresif tangani kemiskinan, kata Juliari Batubara

Menteri Sosial Juliari P Batubara (kanan) berbincang dengan Dirut Perum LKBN ANTARA Meidyatama Suryodiningrat (kiri) saat berkunjung ke Kantor Redaksi ANTARA di Jakarta, Rabu (19/2/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj/pri.

Kita bersyukur angka kemiskinan berkurang, tapi menjadi tantangan bagi Kemensos ke depan untuk lebih agresif lagi agar kemiskinan berkurang sesuai target pemerintah
Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan tantangan ke depan bagi kementerian yang dipimpinnya adalah harus lebih agresif dalam menangani kemiskinan.

"Kita bersyukur angka kemiskinan berkurang, tapi menjadi tantangan bagi Kemensos ke depan untuk lebih agresif lagi agar kemiskinan berkurang sesuai target pemerintah," katanya saat berkunjung ke redaksi Kantor Berita ANTARA di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin pada September 2019 sebesar 9,22 persen (24,79 juta orang) atau turun 0,19 persen dari 9,41 persen (0,36 juta orang) terhadap Maret 2019.

Begitu pula dengan angka gini ratio (ketimpangan) pada September 2019 tercatat 0,380 poin, atau turun 0,002 poin dibandingkan Maret 2019 sebesar 0,382.

Mensos menyatakan bahwa program-program di Kemensos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang saat ini diubah menjadi Program Sembako turut berkontribusi dalam penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan.

Karena itu, Kemensos harus lebih terpacu dan perlu upaya agresif agar target pemerintah untuk tingkat kemiskinan 6-7 persen dalam RPJM bisa tercapai.

Menurut dia, penanganan kemiskinan itu bukan hanya lewat pemberian bantuan, tapi pemberdayaan seperti Kelompok Usaha Berdama (Kube) yang ada di Kemensos sehingga penanganan kemiskinan benar-benar bisa tuntas dan terintegrasi.

Salah satu upaya yang dilakukan Kemensos untuk mempercepat penanganan kemiskinan adalah dengan mendorong pemberdayaan terutama bagi penerima manfaat program.

"Merdeka dari kemiskinana, rakyat harus diberdayakan, yang tadinya tidak punya pekerjaan jadi punya pekerjaan, yang punya semangat wirausaha harus diberi akses," katanya.

Karena itu, program Kemensos juga harus dirasakan langsung oleh penerima manfaat dan tepat sasaran, demikian Juliari P Batubara.

Baca juga: E-Warong efektif kurangi angka kemiskinan dan stunting, sebut Mensos

Baca juga: Mensos sebut BPNT berkontribusi kurangi angka kemiskinan

Baca juga: Pertengahan 2020, kata Mensos target 22 juta NIK-PBI tak jelas tuntas

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mensos pantau penyaluran bantuan sosial tunai di Kabupaten Serang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar