Jakpro tegaskan tidak akan komersilkan TIM pascarevitalisasi

Jakpro tegaskan tidak akan komersilkan TIM pascarevitalisasi

Direktur Operasional Jakpro Muhammad Taufiqurrachman di Jakarta, Rabu (19/2/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

Jakarta (ANTARA) - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menegaskan tidak akan melakukan komersialisasi terhadap Pusat Kebudayaan Taman Ismail Marzuki (TIM) setelah direvitalisasi.

"TIM ini untuk kesejahteraan warga, tidak mengelola komersil untuk kesenian. Kami tidak akan komersilin dan nanti harganya jadi mahal," kata Direktur Operasional Jakpro Muhammad Taufiqurrachman di Jakarta, Rabu.

Taufiq mengatakan, pihaknya sudah bersosialisasi dengan sejumlah seniman dan budayawan sejak tahun lalu.

Baca juga: Revitalisasi TIM capai 15 persen
Baca juga: Wisma Seni TIM berkapasitas hingga 200 kamar

Beberapa nama seniman di antaranya, seniman senior Taufik Ismail, Emby C Nur, Profesor Bambang Wibawarta dari Universitas Indonesia (UI) serta Arie Batu Bara.

"Jangan anggap Jakpro sebagai BUMD cari untuk dengan komersilin lahan-lahan yang ada di sana. Misi kita kan memberikan tempat yang baik untuk para seniman beraktivitas," kata Taufiq.

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jakpro sebut dampak ekonomi dari Formula E sebesar Rp600 miliar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar