Pakar Australia berbagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar

Pakar Australia berbagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar

Pakar Universitas Adelaide Australia Assoc Prof Peter J Anderson PhD M. Surg Ed pada kuliah tamu di Unhas Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu,(19/2/2020).ANTARA/HO/Humas Unhas

Makassar (ANTARA) - Pakar Universitas Adelaide Australia Assoc Prof Peter J Anderson PhD M. Surg.Ed berbagi ilmu bedah kraniofasial dalam kuliah tamu berjudul "What is Craniofacial Surgery?" di Unhas Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu.

Prof Peter menuturkan bahwa bedah kraniofasial merupakan salah satu prosedur pembedahan yang berfokus pada tulang kepala dan tulang wajah. Biasanya, prosedur pembedahan ini dilakukan untuk memperbaiki cacat bawaan, kelainan bentuk pada tengkorak kepala, leher ataupun wajah.

Karena tergolong bedah yang cukup rumit, maka diperlukan persiapan yang cukup, baik dari sisi pasien maupun dokter. Konsultasi dengan tim bedah sangat diperlukan.

"Sebelum operasi, dokter akan menjelaskan mekanisme pembedahan,” kata Prof Peter pada acara yang merupakan bagian dari Temu Ilmiah Internasional Kedokteran Gigi (TIIKG) ke-11 dirangkaikan dengan "The 3rd International Conference on Biophysical Technology in Dentistry" (ICoBTD) 2020 di Makassar,19-21 Februari 2020.

Baca juga: FKG Unhas gelar Temu Ilmiah dan Konferensi Internasional
Baca juga: Unhas dan TNP2K bangun komitmen turunkan angka kekerdilan


Bedah kraniofasial biasanya dianjurkan sebagai metode pengobatan untuk beberapa kondisi tertentu. Misalnya craniosynostosis, kondisi sambungan tulang kepala menutup terlalu dini yang mengakibatkan kepala penderita lebih kecil dari ukuran normal sehingga berdampak pada masalah fungsional penderita.

Dalam kesempatan ini, Prof Peter mengajak para peserta untuk mengemukakan pendapat mereka terhadap beberapa kasus yang ditampilkan. Selain itu, dia banyak memperlihatkan video prosedur pembedahan kraniofasial.

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar