Konektivitas Jalan Lingkar Morotai kian ditingkatkan, demi pariwisata

Konektivitas Jalan Lingkar Morotai kian ditingkatkan, demi pariwisata

Ruas Jalan Lingkar Morotai. (Dokumentasi Kementerian PUPR)

Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan wisata
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meningkatkan konektivitas ruas Jalan Lingkar Morotai sebagai upaya mendukung program infrastruktur Pulau Morotai yang termasuk salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis, mengingatkan pentingnya peningkatan aksesibilitas serta konektivitas jaringan infrastruktur jalan untuk memberikan kelancaran, keselamatan, keamanan, juga kenyamanan perjalanan wisatawan menuju lokasi-lokasi wisata di Pulau Morotai.

"Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan wisata," kata Basuki Hadimuljono.

Kementerian PUPR mendukung program infrastruktur kawasan wisata di Indonesia melalui pembangunan infrastruktur air maupun akses jalan di Morotai sebagai salah satu pulau terluar dan terdepan di wilayah perbatasan Indonesia menyimpan potensi kekayaan alam bahari dan budaya, dengan sejumlah obyek wisata yang ditawarkan seperti Pantai Dodola, Pulau Zumzum, dan Museum Trikora.

Untuk meningkatkan konektivitas antar destinasi wisata di pulau tersebut, Kementerian PUPR telah menyelesaikan penanganan jalan berupa peningkatan kualitas jalan, pembangunan jalan ruas baru, dan pembangunan jembatan pada Ruas Jalan Lingkar Morotai sepanjang 201,89 kilometer yang dilaksanakan pada tahun 2019 dengan anggaran Rp273,86 miliar.

Pembangunan ruas Jalan Lingkar Morotai merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres No. 56 Tahun 2018.

Penanganan Ruas Jalan Lingkar Morotai yang dilakukan Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga terbagi dalam beberapa pekerjaan, diantaranya pembangunan jalan baru ruas Sofi-Wayabula sepanjang 6 km, dengan biaya sebesar Rp32 miliar. Preservasi jalan pada ruas batas kota Daruba - Daeo/Sangowo - Bere Bere - Sofi - Daruba - Wayabula sepanjang 195,29 km dengan biaya Rp10,43 miliar.

Selanjutnya, pembangunan dan penggantian 6 jembatan dengan biaya sebesar Rp231,43 miliar yang terdiri dari ruas Bere Bere - Sofi sepanjang 152 meter dan 7 meter, jembatan Sofi-Wayabula 1 sepanjang 125,80 meter, Sofi-Wayabula 2 sepanjang 100 meter, Sofi-Wayabula 3 sepanjang 87 meter, dan Sofi-Wayabula 4 sepanjang 125 meter. Seluruh pekerjaan fisik pembangunan Jalan Lingkar Morotai saat ini telah rampung 100 persen.

Secara keseluruhan, Kementerian PUPR sejak tahun 2015-2018 telah menganggarkan Rp 787,8 miliar untuk mendukung peningkatan konektivitas KSPN Pulau Morotai.

Baca juga: Menpar: Morotai perlu aksesibilitas untuk dukung pariwisata

Baca juga: Morotai jadi tujuan wisata dunia

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar