YBM-BRI diharapkan mampu mentranformasi diri menjadi LAZ modern

YBM-BRI diharapkan mampu mentranformasi diri menjadi LAZ modern

Direktur BRI Agus Sudiarto yang juga anggota Dewan Pembina YBM-BRI saat memaparkan materi pada lokakarya "Amil YBM-BRI seluruh Indonesia" di Jakarta, Kamis (20/2/2020). ANTARA/Andi J/HO-Humas YBM-BRI

...bahwa YBM-BRI juga punya kewajiban untuk tetap menjaga nilai-nilai dan tradisi lama lembaga yang sudah terbukti baik untuk menciptakan masa depan yang jauh lebih baik
Jakarta (ANTARA) - Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) diharapkan mampu mentransformasikan dirinya menjadi Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang modern dan profesional, kata Direktur BRI Agus Sudiarto.

"Modern yang berarti mampu mengadaptasikan nilai-nilai modernitas, yakni adaptif terhadap kemajuan teknologi informasi ke dalam manajemen organisasinya," katanya pada lokakarya Amil YBM-BRI seluruh Indonesia di Jakarta, Kamis.

"Sedangkan profesional berarti mampu menempatkan segala sesuatunya pada porsinya, sesuai dengan bidang dan keahliannya," tambahnya pada kegiatan yang dibuka oleh mewakili Menko PMK Muhajir Effendy.

Pada pembukaan kegiatan itu hadir pula Direktur Human Capital BRI Herdy Rosadi Harman, • Ketua Badan Pembina Syariah Prof Dr KH Muhammad Amin Suma dan ratusan Badan Pengurus dan Pelaksana YBM-BRI seluruh Indonesia
Baca juga: YBM-BRI salurkan pendayagunaan dana zakat Rp115 miliar
Baca juga: Dari Aceh sampai Papua YBM-BRI salurkan bantuan Rp8 miliar

Menurut Agus Sudiarto -- yang juga anggota Dewan Pembina YBM-BRI -- salah satu inovasi yang modern dan perlu dikaji oleh YBM-BRI ke depannya adalah adaptasi pengelolaan zakat berbasis teknologi.

Ia mengemukakan bahwa perkembangan teknologi informasi yang sedemikian cepat mengharuskan gerakan zakat untuk beradaptasi dan memanfaatkannya bagi peningkatan kualitas layanan zakat, baik layanan kepada muzakki (pembayar zakat) maupun layanan kepada mustahik (penerima zakat).

"Termasuk juga melayani para pemangku kepentingan yang memiliki kepentingan terhadap gerakan zakat nasional seperti pemerintah dan perguruan tinggi," katanya.
Deputi Bidang Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) R Agus Sartono (dua dari kiri) pada penyerahan beasiswa "Kader Surau" disela-sela lokakarya "Amil YBM-BRI seluruh Indonesia" di Jakarta, Kamis (20/2/2020). (FOTO ANTARA/Andi J/HO-Humas YBM-BRI)


Disampaikannya bahwa teknologi harus mampu dimanfaatkan untuk menciptakan pelayanan yang cepat, efektif dan penuh kepastian.

Karena itu, kata dia, salah satu agenda perubahan di masa mendatang yang harus dilakukan oleh YBM-BRI adalah mengadaptasi kemajuan teknologi informasi dengan menciptakan produk-produk layanan berbasis digital.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa YBM-BRI juga punya kewajiban untuk tetap menjaga nilai-nilai dan tradisi lama lembaga yang sudah terbukti baik untuk menciptakan masa depan yang jauh lebih baik, sebagaimana tema lokakarya kali ini "Tending a Good Tradition for The Better Future", yang merupakan sebuah kaidah yang bermakna mempertahankan nilai lama yang baik dan menyambut perubahan menuju yang lebih baik.

Ia menyatakan bahwa YBM-BRI yang merupakan bagian dari keluarga besar BRI perlu menyinergikan dirinya dengan visi dan misi lembaga induknya.
Baca juga: Kemenko PMK dorong YBM-BRI tambah beasiswa bagi "Kader Surau"

Jika BRI memiliki visi menjadi "home to the best talent", katanya, maka sudah selayaknya YBM menjadi lembaga zakat yang mampu menghimpun talenta terbaik bagi tegaknya rukun Islam yang keempat.

Menurut dia keselarasannya tidak hanya berupa jargon namun harus sampai kepada keberpihakan program bahkan hingga nilai dan budaya kerja amil YBM-BRI.

Ia menambahkan kehadiran generasi milenial yang mendominasi amil YBM-BRI merupakan potensi yang luar biasa, sehingga diharapkan menjadi faktor utama perubahan positif di tengah lembaga sekaligus menginspirasi perubahan di tengah masyarakat.

Kemudian, bersama-sama mewujudkan masyarakat madani yang "baldatun thoyibatun wa rabbun ghafur" (negeri yang subur dan makmur, adil dan aman).

Perubahan positif yang dilakukan di era teknologi 4.0, katanya, tidak lagi menghadirkan fenomena "yang besar membunuh yang kecil, namun yang cepat membunuh yang lambat".
Baca juga: Yayasan Baitul Maal BRI salurkan bantuan korban banjir Jakarta

"Karenanya kita membutuhkan revolusi, terutama revolusi mental sebagaimana yang diangkat oleh pemerintah akhir-akhir ini," kata Agus Sudiarto.

Sedangkan Ketua Badan Pengurus YBM-BRI Sepyan Uhyandi menambahkan sebagai LAZ nasional YBM-BRI dengan segala suka dukanya telah berhasil melewati berbagai tantangan dengan baik.

Beragam inovasi program sebagai perwujudan kinerja lembaga telah menunjukan keberhasilan yang memuaskan.

Hal ini dapat terlihat dari kinerja lembaga pada tahun 2019 yang merupakan cerminan dari kemauan dan kerja keras para amil.
Baca juga: Puluhan amil YBM-BRI dinyatakan lolos sertifikasi BNSP

Melalui semangat "Kolaborasi Kebaikan" yang menjadi tema YBM-BRI 2019 pihaknya berupaya hadir mendorong peningkatan kualitas hidup mustahik sekaligus menambah citra positif bagi para pemangku kepentingan.

"Berbagai intervensi program pemberdayaan dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial kami hadirkan," katanya.

Capaian-capaian yang dihasilkan tidak lepas dari upaya seluruh pihak yang terhimpun dalam badan-badan organisasi YBM-BRI yang terdiri atas Badan Pembina, Badan Pembina Syariah, Badan Pengawas, Badan Pengurus hingga Badan Pelaksana, baik di pusat maupun di wilayah, demikian Sepyan Uhyandi.

General Manager YBM-BRI Dwi Iqbal Noviawan menambahkan kegiatan lokakarya tersebut berlangsung sejak Kamis hingga Sabtu (22/2) dengan beragam agenda.
Baca juga: Ratusan dhuafa mendapat bingkisan Ramadhan YBM-BRI
Baca juga: YBM-BRI bantu petani kembangkan budi daya cabai rawit

 

Pewarta: Andi Jauhary
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Transformasi kampung kubur menjadi bersinar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar