QudwahCare Lebak bangun jembatan gantung pasca-bencana

QudwahCare Lebak bangun jembatan gantung pasca-bencana

Masyarakat menggunakan perahu karet untuk menyeberang setelah jembatan gantung yang ada diterjang banjir bandang di Kabupaten Lebak. ANTARA/Mansyur S

ditargetkan Maret 2020 sudah rampung
Lebak (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan QudwahCare Kabupaten Lebak, Banten merealisasikan pembangunan jembatan gantung pasca-bencana banjir bandang dan longsor di Desa Sukarame Kecamatan Sajira.

"Kita berharap pembangunan jembatan gantung itu agar kehidupan masyarakat kembali pulih pasca-bencana alam itu," kata Ketua Koordinasi QudwahCare Kabupaten Lebak Lili Ramdhani di Lebak, Kamis.

Pembangunan jembatan gantung di Desa Sukarame Kecamatan Sajira tersebut sangat vital untuk menopang ekonomi, kesehatan hingga pendidikan.

Menurut dia, jembatan gantung itu satu-satunya akses yang menghubungkan antardesa dan dilintasi ribuan warga per hari sehingga
cukup strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Kementerian PUPR gelontorkan Rp710 miliar bangun 148 jembatan gantung
Baca juga: Relawan dan TNI bangun jembatan gantung di Lebak


"Kami berharap pembangunan jembatan gantung itu berjalan lancar yang ditargetkan Maret 2020 sudah rampung," katanya menjelaskan.

Menurut dia, pembangunan jembatan gantung di Desa Sukarame dipusatkan di Kampung Somang akibat diterjang banjir bandang dan longsor pada awal 2020.

Belum lama ini, kata dia, pembangunan jembatan gantung Somang itu dibangun secara swadaya masyarakat setempat, namun dilanda banjir kembali hingga hanyut.

Karena itu, QudwahCare menggandeng dengan lembaga kemanusiaan lain untuk kembali membangun jembatan gantung semi permanen tersebut.

Baca juga: Warga korban bencana di Lebak butuh jembatan gantung
Baca juga: Sejumlah warga Bebayau berjatuhan ke sungai dari jembatan gantung


Pembangunan jembatan gantung panjang 70 meter dan lebar 1,6 meter dengan biaya patungan dengan enam lembaga kemanusiaan antara lain dana sosial, lembaga zakat Alazhar, Sedekah Harian, Berli Peduli dan Askar Kauni.

Namun, pembangunan jembatan gantung itu dikerjakan oleh pihak ketiga yang lebih profesional dan berkompetensi di bidang konstruksinya.

Sedangkan, masyarakat setempat juga membantu pembangunan jembatan gantung tersebut.

Baca juga: Komunitas VRI bangun jembatan gantung bantu rakyat di daerah terpencil
Baca juga: Pembangunan jembatan gantung didambakan warga pedalaman Lebak-Banten


"Kami berharap pembangunan jembatan gantung itu bermanfaat bagi masyarakat sehingga dapat menyumbangkan kesejahteraan. Kami juga minta jembatan gantung itu dirawat warga agar kuat dan berlangsung lama," ujarnya.

Kepala Dusun Kampung Somang Desa Sukarame Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak Sukur menyambut positif pembangunan jembatan gantung yang dibangun oleh lembaga kemanusiaan QudwahCare.

Sebab, jembatan gantung itu sangat vital sebagai akses ekonomi masyarakat setempat.

Saat ini, kata dia, warga terpaksa menggunakan perahu karet akibat jembatan gantung tersebut hanyut diterjang banjir bandang dan longsor.

"Kami yakin jembatan gantung itu bisa memberikan keamanan dan kenyamanan dibandingkan perahu karet," ujarnya.

Baca juga: TNI AU bangun jembatan gantung di pelosok Garut
Baca juga: Banjarmasin bangun jembatan gantung di Pulau Bromo

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kejari pastikan kontraktor bertanggung jawab ambruknya Jembatan Jerambah Gantung

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar