Tanggul sungai di Kudus jebol lagi sepanjang 10 meteran

Tanggul sungai di Kudus jebol lagi sepanjang 10 meteran

Tanggul kanan Sungai Piji di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang jebol sepanjang 10 meteran, Kamis (20/2/2020). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

sebagian ada yang mengungsi di tempat ibadah
Kudus (ANTARA) - Tanggul Sungai Piji di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kembali jebol dengan panjang 10 meteran pada sisi kanan, Kamis sekitar pukuln12.00 WIB.
 
Beberapa jam sebelumnya tanggul kiri sepanjang 15 meteran juga jebol sehingga genangan banjir di perkampungan warga semakin meluas.

Berdasarkan pantauan, tanggul kanan Sungai Piji jebol saat debit air sungai mulai menurun sehingga luapan airnya ke perkampungan warga tidak sampai menimbulkan genangan banjir yang terlalu tinggi.

"Debit air memang mulai surut, sehingga air sungai yang masuk ke perkampungan warga tidak parah," kata salah seorang warga Desa Kesambi Bakhtiar di Kudus, Kamis.

Baca juga: Diterjang banjir bandang, jalur pantura Kudus tersendat
Baca juga: Banjir bandang landa Kabupaten Kudus


Ia mengungkapkan genangan banjir yang terjadi juga cepat surut seiring dengan debit air sungai yang tidak sampai melimpas hingga di atas tanggul.

Kepala Desa Kesambi Mokhamad Masri menambahkan untuk genangan yang disebabkan karena jebolnya tanggul kanan Sungai Piji cepat surut, sedangkan genangan yang terjadi akibat jebolnya tanggul kiri hingga kini memang belum surut karena genangan masih berkisar 1 meter hingga 1,30 meteran.

Warga yang mengungsi karena genangan banjir, kata dia, juga semakin bertambah karena sebelumnya hanya 200 rumah yang terdampak, kini mencapai 300-an rumah.

"Sebagian besar warga mengungsi ke rumah saudara terdekatnya, meskipun sebagian ada yang mengungsi di tempat ibadah," ujarnya.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan makan dan minum warga terdampak banjir, Pemerintah Desa Kesambi sudah menyiapkan dapur umum di dekat balai desa.

Keberadaan dapur umum juga disampaikan ke masing-masing rukun tetangga untuk diinformasikan kebutuhan makan dan minum untuk warganya.

"Jika ada yang meminta, langsung kami kirim karena nasi bungkus dan air mineral sudah siap," ujarnya.

Baca juga: 10 sungai di Kudus diusulkan dinormalisasi untuk cegah banjir
Baca juga: Pendampingan psikososial diberikan kepada korban banjir di Kudus-Jateng


Evakuasi warga desa yang kesulitan mengungsi, katanya, sudah dilakukan sejak banjir terjadi pada Kamis (20/2) pukul 06.00 WIB, kemudian satu jam kemudian disusul dengan jebolnya tanggul kiri Sungai Piji sepanjang 15 meteran.

Selain mengakibatkan rumah dan perkampungan warga tergenang banjir, debit air Sungai Piji tersebut juga membawa serta sampah dalam jumlah yang menumpuk pada konstruksi jembatan.

Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus bersama warga dan Polsek Mejobo juga masih berjuang mengevakuasi tumpukan sampah yang menyumpat di jembatan kesambi.

Pada 12 Januari 2020, desa setempat juga mengalami banjir akibat jebolnya tanggul kanan Sungai Piji dengan panjang mencapai 35 meteran.

Tercatat ada 72 rumah warga yang tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi, namun banjir cepat surut seiring mulai menurunnya debit air sungai setempat. 

Baca juga: 800 hektare padi di Kudus tergenang banjir
Baca juga: 263 warga Kudus masih bertahan di pengungsian
Baca juga: Balita tewas tenggelam di genangan banjir Kudus

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar