Sekda katakan Formula E di Monas agar Indonesia terkenal dunia-akhirat

Sekda katakan Formula E di Monas agar Indonesia terkenal dunia-akhirat

Sekretaris Daerag DKI Jakarta Saefullah (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Pemprov DKI Jakarta meyakini ketika Monas menjadi salah satu rute Formula E, maka bukan hanya cagar budaya itu dan Monas saja, tapi Indonesia secara umum akan kian dikenal oleh wisatawan mancanegara
Jakarta (ANTARA) - Menyusul pernyataan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri yang mengkritisi penyelenggaraan Formula E di Monas, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menanggapi dengan menyebut perhelatan balap mobil listrik itu di Monas, agar Indonesia terkenal di dunia, bahkan akhirat.

"Saya gak tahu Bu Mega ngomong bagaimana. Alasannya (di Monas), kami ingin Indonesia dikenal di dunia dan akhirat. Ngapain tanggung-tanggung terkenal di dunia? Terkenal di dunia dan akhirat," kata Saefullah di Balai Kota Jakarta, Kamis.

Baca juga: Revitalisasi Monas, Sekda: Kemensetneg beri lampu hijau soal Formula E

Baca juga: Sekda DKI koreksi jumlah pohon terdampak revitalisasi Monas

Baca juga: Sekda DKI akui adanya kelalaian administrasi dalam revitalisasi Monas


Lebih lanjut, Saefullah mengatakan pihak Pemprov DKI Jakarta meyakini ketika Monas menjadi salah satu rute Formula E, maka bukan hanya cagar budaya itu dan Monas saja, tapi Indonesia secara umum akan kian dikenal oleh wisatawan mancanegara.

"Monumen Nasional di Jakarta, di Indonesia sehingga orang semakin tahu seperti apa sih," ujarnya.

Setelah ada balapan yang akan diliput stasiun televisi nasional dan internasional, keindahan Monas, kata Saefullah, akan dikenal oleh masyarakat mancanegara yang otomatis akan memancing masyarakat luar negeri untuk mencari tahu indonesia dan tertarik ke Indonesia hingga meningkatkan jumlah wisatawan.

"Mereka akan cari ke Jawa 'oh ini Indonesia, kalau gitu kita berkunjunglah ke Indonesia' jadi turis banyak," ucapnya.

Saefullah menegaskan bahwa balapan mobil listrik tersebut tidak akan merusak Monas sebagai cagar budaya.

"Tidak ada, ini semua urusan membangun, gak ada urusan merusak," kata Saefullah.

Sebelumnya, Megawati yang juga merupakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan kritik atas penyelenggaraan Formula E di Monas pada 6 Juni 2020 mendatang.

"Nah, Gubernur DKI ini tahu apa tidak, kenapa sih kalau mau bikin Formula E itu, kenapa sih harus di situ (di Monas)? Kenapa sih nggak di tempat lain? Kan begitu, peraturan itu ya peraturan, kalian juga mesti tahu jangan sampai melanggar peraturan," ujar Megawati di DPP PDIP Menteng, Jakarta, Rabu (19/2).

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Positif COVID-19, Sekda DKI Saefullah meninggal dunia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar