MRT optimistis bisa sediakan parkir khusus disabilitas di fase II

MRT optimistis bisa sediakan parkir khusus disabilitas di fase II

Rernowati, salah satu penyandang disabilitas tunadaksa mencoba menggunakan area parkir khusus disabilitas dalam acara pembukaan area parkir khusus disabilitas di Stasiun MRT Lebak Bulus Grab Jakarta Selatan, Kamis (20/2/2020). (Foto : ANTARA/Katriana).

Jadi ini semacam pilot project atau percontohan,
Jakarta (ANTARA) - PT MRT Jakarta menyampaikan optimisme mereka untuk dapat menyediakan area parkir khusus disabilitas pada proyek pembangunan MRT fase II yang akan segera dimulai pada Maret 2020.

"Nanti di fase dua kita akan pertimbangkan. Kita akan coba untuk mencari tempat-tempatnya," kata Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Muhammad Effendy dalam acara pembukaan area parkir khusus disabilitas di Stasiun MRT Lebak Bulus Grab Jakarta Selatan, Kamis.

Ia menjelaskan penyediaan area parkir khusus disabilitas di depan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Nehemia merupakan pilot project yang akan dijadikan standar dalam pembangunan MRT tahap berikutnya.

Baca juga: Antisipasi ancaman terorisme, PT MRT Jakarta teken MoU dengan BNPT

"Jadi ini semacam pilot project atau percontohan, kemudian ke depan akan kita terapkan di fase satu inj dan juga di fase dua," ujarnya.

Penyediaan parkir khusus disabilitas pada fase pertama di Stasiun MRT Lebak Bulus Grab bekerja sama dengan GKJ Nehemia sebagai pemilik area parkir.

Ke depan, MRT akan terus mengupayakan kerja sama, baik dengan pemerintah ataupun pihak swasta, untuk dapat memperoleh lahan yang dapat digunakan sebagai area parkir bagi penyandang disabilitas.

Sementara itu, Retnowati salah satu penyandang disabilitas tunadaksa, mengaku bersyukur atas upaya PT MRT menyediakan area parkir tersebut.

"Kami dari Komunitas Daun ingin mengucapkan terima kasih kepada MRT yang sudah memfasilitasi parkiran untuk kaum disabilitas, baik itu motor dan mobil," katanya.

Melihat kesukarelaan GKJ Nehemia untuk menyediakan area parkir khusus disabilitas bekerja sama dengan MRT, ia berharap pihak-pihak lain juga terdorong untuk mengikuti langkah tersebut.

Baca juga: Joint Venture KAI-MRT akan kelola stasiun komuter dan TOD

Ia mengemukakan masih minimnya fasilitas umum yang dapat mengakomodasi kebutuhan para penyandang disabilitas menyulitkannya untuk lebih leluasa bepergian ke tempat-tempat umum.

"Selain parkiran, tentunya akses gedung. Saya rasa masih banyak gedung-gedung yang tidak akses," katanya.

Dengan adanya pilot project tersebut, ia berharap pengelola fasilitas umum lain dapat ikut berlomba-lomba menyediakan fasilitas-fasilitas khusus lain yang dapat memudahkan akses para penyandang disabilitas.

"Harapan saya dengan adanya hal seperti ini dari MRT, tempat-tempat lain atau gedung-gedung lain terutama kantor pemerintahan, mal dan sebagainya mengikuti, menyediakan fasilitas parkir untuk kami," terangnya.

Baca juga: Joint venture KAI-MRT diyakini bisa beroperasi awal 2020

Pewarta: Katriana
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mengenal William Sabandar, sosok dibalik MRT Jakarta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar