Dinas Kebudayaan Makassar siapkan Hari Kebudayaan

Dinas Kebudayaan Makassar siapkan Hari Kebudayaan

Kepala Bidang Penerapan Budaya dan Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Makassar Andi Herfidha (empat kanan) didampingi tim berfoto bersama di sela kunjungan di kantor Kemenparekraf, Jakarta, Jumat (21/2/2020). ANTARA/HO-Dinas Kebudayaan Makassar.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Gubernur Sulsel yang akan mengundang kepala daerah se-Sulsel pada peringatan Hari Kebudayaan Kota Makassar
Makassar (ANTARA) - Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Sulawesi Selatan mematangkan persiapan peringatan Hari Kebudayaan Kota Makassar, antara lain dengan memaparkan rencana kegiatan itu di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jakarta.

"Tujuannya kunjungan ini untuk mematangkan perhelatan peringatan Hari Kebudayaan Kota Makassar yang memasuki tahun kedua," kata Kepala Bidang Penerapan Budaya dan Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Herfidha Attas, melalui siaran persnya diterima di Makassar, Jumat.

Ia mengatakan Hari Kebudayaan Kota Makassar diperingati pada 1 April, sedangkan tahun ini sebagai peringatan kedua diselenggarakan pemerintah kota setempat.

Saat kunjungan ke kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pihaknya diterima Sekretaris Dirjen, sedangkan ke Kementerian Pariwisata dan Ekraf diterima Direktur Pengembangan Wisata Alam dan Buatan.

Ia menyebut pemerintah pusat mendukung kegiatan tersebut meski bersifat lokal.

"Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar untuk mematangkan 'event' ini," katanya.

Baca juga: "Tuturagiana Andala" Ritual Sesaji Pulau Makassar

Saat pertemuan dengan Kemenparekraf, Herfidha memaparkan konsep yang akan diusung, termasuk rincian kegiatan yang direncanakan selama lima hari, 1-5 April 2020, dengan melibatkan seluruh entitas masyarakat, seperti sekolah, pelaku usaha, perajin, dan komunitas.

Rencananya, hari pertama, Rabu (1/4)  dilaksanakan Upacara Hari Kebudayaan melibatkan sekolah, kantor pemerintah, dan swasta, termasuk pusat niaga agar menggunakan identitas budaya, seperti pakaian adat, bukan hanya Bugis Makassar, tetapi pakaian adat dari seluruh Nusantara.

"Kami berharap ada wisatawan dari mancanegara terlibat pada 'event' ini dengan mengenakan pakaian adatnya," kata dia.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan pada hari pertama, yakni Upacara Hari Kebudayaan, Makassar Ethnic Carnaval, Traditional Cullinary Festival. Pada hari kedua, Kamis (2/4) akan digelar Makassar Culture Night, Focus Group Discussion, dan Traditional Culinary Festiva, hari ketiga, Jumat (3/4) akan digelar Focus Group Discussion (FGD) serta Traditional Cullinary Festival, sedang pada hari keempat, Sabtu (4/4) kembali berlangsung Traditonal Cullinary Festival.

Pada hari terakhir, Minggu (5/4) akan dilaksanakan Makassar Ethnic RUN serta Traditional Culinary Festival. Keunikan Makassar Ethnic RUN terletak pada kostum lari yang dikenakan peserta. Mereka diwajibkan mengenakan pakaian dengan ciri khas etnik tertentu.

"Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Gubernur Sulsel yang akan mengundang kepala daerah se-Sulsel pada peringatan Hari Kebudayaan Kota Makassar," kata Herfidha.

Hari Kebudayaan tersebut merupakan peringatan yang hanya digelar di Makassar setiap 1 April sebagai bagian dari kepedulian untuk melestarikan budaya lokal serta kearifan lokal.

Baca juga: Wisata budaya dan bahari jadi andalan Makassar
Baca juga: Festival pesona Adira Finance Makassar suguhkan kekayaan budaya lokal
Baca juga: Dirjen Paud dan Dikmas: ragam budaya lokal dorong literasi masyarakat

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pontianak terima dua penghargaan di Hari Jadi ke 248

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar