Rupiah Jumat sore melemah, dibayangi bertambahnya korban Virus Corona

Rupiah Jumat sore melemah, dibayangi bertambahnya korban Virus Corona

Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar AS. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

virus ini sudah menyebar ke 28 negara dan menciptakan kepanikan
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta akhir pekan melemah dibayangi kekhawatiran pasar terhadap dampak wabah Virus Corona baru atau COVID-19.

Rupiah Jumat sore ditutup melemah 10 poin atau 0,07 persen menjadi Rp13.760 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp13.750 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat, mengatakan perkembangan penyebaran Virus Corona memang mengkhawatirkan.

Saat ini jumlah kasus COVID-19 di seluruh dunia mencapai 76.215 orang. Korban jiwa terus bertambah menjadi 2.247 orang.

"Virus Corona memang berasal dan paling banyak menyerang di China. Namun perlu dicatat, virus ini sudah menyebar ke 28 negara dan menciptakan kepanikan," ujar Ibrahim.

Daegu, salah satu kota manufaktur yang penting di Korea Selatan, di mana terdapat banyak industri tekstil, logam, sampai mesin, sekarang industri-industri di wilayah tersebut tidak berfungsi dan menganggur. Tidak hanya rantai pasok yang rusak, tetapi ada ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena pabrik tidak beroperasi.

"Dampak ekonomi semacam ini yang paling dikhawatirkan dari Virus Corona. Produksi yang terhambat tidak hanya terjadi di China, tetapi sudah dirasakan di negara lain," kata Ibrahim.

Dampak Virus COVID-19 juga dirasakan oleh Indonesia. Berdasarkan kajian Bank Indonesia (BI), potensi kehilangan devisa dari pariwisata mencapai 1,3 miliar dolar AS.

Sementara dari sisi logistik, dampak di sisi ekspor adalah 0,7 miliar dolar AS dan impor 0,7 miliar dolar AS. Kemudian ada dampak penundaan investasi, khususnya dari China, yang diperkirakan bernilai 0,4 miliar dolar AS.

Angka-angka tersebut membuat Gubernur BI Perry Warjiyo dan sejawat menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2020. Awalnya, bank sentral meramal ekonomi Indonesia tahun ini tumbuh 5,1-5,5 persen, tetapi kemudian direvisi menjadi 5-5,4 persen.

Baca juga: BI revisi pertumbuhan ekonomi 2020 menjadi 5,0 persen-5,4 persen

Baca juga: BI: Triwulan I ekonomi tumbuh di bawah 5 persen, terdampak Corona

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah di posisi Rp13.730 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.715 per dolar AS hingga Rp13.760 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp13.777 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.735 per dolar AS.

Baca juga: IHSG akhir pekan ditutup jatuh 60,23 poin, dipicu aksi ambil untung

Baca juga: Ekonom: Ekonomi RI berpotensi turun 0,09 persen terdampak virus Corona

Baca juga: Menko Perekonomian: Jaga daya beli masyarakat agar ekonomi tak turun

 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BI optimistis rupiah menguat di akhir tahun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar