Tingkatkan kualitas kebangsaan, PKS gelar kursus ketahanan nasional

Tingkatkan kualitas kebangsaan, PKS gelar kursus ketahanan nasional

Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini saat memberikan pidato dalam pembukaan Kursus Singkat Ketahanan Nasional (KSKN) Fraksi PKS seluruh Indonesia, di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat malam. ANTARA/HO-Fraksi PKS DPR

Modal finansial PKS tidak seperti partai politik lain yang seperti tisu, dicabut muncul lagi
Jakarta (ANTARA) - Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan PKS memiliki target menang di Pemilu 2024 dan salah satu langkah persiapannya adalah meningkatkan kualitas kebangsaan para kader melalui Kursus Singkat Ketahanan Nasional (KSKN).

"Acara ini agar lebih memantapkan kualitas dan pemahaman kebangsaan, mimpi PKS adalah menang di Pemilu 2024," kata Jazuli dalam pembukaan KSKN Fraksi PKS DPR di Jakarta, Jumat malam.

Dia mengatakan Fraksi PKS merupakan etalase partai sehingga kualitas dan kemampuan kader harus ditingkatkan terutama terkait soal kebangsaan, karena para kader yang berkiprah sebagai pejabat publik, dilihat masyarakat luas.

Jazuli mengingatkan bahwa raihan suara dan kursi DPR RI di Pemilu 2019 mengalami peningkatan signifikan yaitu dari 40 kursi menjadi 50 kursi.

Menurut dia, untuk kursi DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota mengalami kenaikan 270 kursi padahal modal finansial partai tersebut tidak sebesar partai lain.

"Modal finansial PKS tidak seperti partai politik lain yang seperti tisu, dicabut muncul lagi. Kalau finansial PKS dicabut tidak muncul lagi namun kursi DPR RI kita bertambah 10, di DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota bertambah 270 kursi," ujarnya.

Baca juga: FPKS: IIFP tegaskan keberpihakan isu kesejahteraan dan perdamaian

Jazuli menegaskan bahwa PKS ingin memimpin Indonesia sehingga seluruh fitur kepemimpinan bangsa yang besar harus dikuasai.

Karena itu menurut dia, Kursus Singkat Ketahanan Nasional ini diselenggarakan Fraksi PKS dengan mengangkat topik fundamental dan berbobot, menghadirkan para petinggi lembaga negara yang berperan penting dalam menjaga ketahanan nasional dan menjawab tantangan global.

"Kursus singkat ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pemahaman kita tentang kebangsaan sekaligus mengokohkan komitmen kita, tanggung jawab kita, untuk menjaga NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945," katanya.

Jazuli menjelaskan beberapa materi kursus tersebut antara lain strategi moderasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menghadapi ancaman terorisme yang akan disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius.

Baca juga: F-PKS instruksikan anggotanya bantu korban bencana banjir

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto akan menjadi pembicara dalam tema tantangan keamanan global dan kawasan Laut China Selatan terhadap geopolitik dan geostrategi Indonesia.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akan menyampaikan materi terkait ancaman kejahatan transnasional terhadap masa depan Indonesia. Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo yang memberikan materi mengenai tantangan ketahanan nasional di era globalisasi dan era post truth.

Ketua Dewan Analisa Strategis BIN Letjen TNI (Purn) Muhammad Munir akan menyampaikan materi strategi deteksi dan cegah dini ancaman serta tantangan keamanan nasional. Kemudian Mendagri Tito Karnavian akan memberikan materi terkait menegakkan demokrasi di daerah dan di tengah kemajemukan bangsa.

Fraksi PKS DPR RI menyelenggarakan Kursus Singkat Ketahanan Nasional untuk seluruh anggota Fraksi PKS DPR RI, Ketua-Ketua Fraksi PKS DPRD dan pimpinan DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota dari PKS seluruh Indonesia. Acara tersebut berlangsung di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, selama tiga hari yaitu sejak 21-23 Februari 2020.

Baca juga: Ketua Fraksi PKS di DPR tanggapi soal penghinaan Presiden

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar