Tapak Suci SMAMDA Sidoarjo raih dua emas di Malaysia

Tapak Suci SMAMDA Sidoarjo raih dua emas di Malaysia

Tim ekstrakurikuler Tapak Suci di SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, meraih dua emas pada Taming Sari 10 Silat Championship 2020 yang diselenggarakan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM). Foto ANTARA/Rony (1)

KUALA LUMPUR (ANTARA) - Tim ekstrakurikuler Tapak Suci SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, meraih dua medali emas pada Taming Sari 10 Silat Championship 2020 yang diselenggarakan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM).

"Dua kategori yang kami ikuti adalah ganda putri open (internasional) dan beregu putri open (internasional). Keduanya mendapatkan medali emas," ujar pelatih ekstrakurikuler Tapak Suci SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Rony Hermawanto, Senin.

Baca juga: Atlet Musi Banyuasin raih emas Kejuaraan Dunia Tapak Suci 2019

Dia mengatakan di kategori ganda dan beregu putri open/internasional masing-masing ada tujuh peserta.

Peserta dari ganda putri adalah Tapak Suci SMAMDA Sidoarjo (juara 1), Pahang (juara 2), Melaka, Negeri Sembilan, Perak, KL2Fighter, dan Selangor.

Sedangkan peserta beregu putri adalah Tapak Suci SMAMDA Sidoarjo (juara 1), Selangor (juara 2), Johor (juara 3), Perak, Perlis, Pahang, dan Negeri Sembilan.

Baca juga: 14 negara ikuti kejuaraan internasional Tapak Suci

"Dalam pertandingan ini dibagi menjadi dua macam, yang pertama IPT (antar-universitas lokal) dan yang kedua internasional (open). Kami masuk dalam jenis open atau antarbangsa," katanya.

Menyinggung keikutsertaan SMAMDA dalam kejuaraan tersebut, Rony mengatakan ini pertama di luar negeri.

"Sangat luar biasa. Pesertanya khususnya yang open sangat berbobot, persaingan sangat tinggi," katanya.

Dia mengatakan jujur, secara pribadi ia sempat down ketika melihat mereka saat sesi latihan di gelanggang.

Baca juga: Zulkifli Hasan dikukuhkan jadi pendekar kehormatan Tapak Suci

Baca juga: Tapak Suci perlu buka cabang di Gaza


"Sampai saya melarang atlet-atlet saya untuk datang ke gelanggang, karena khawatir atlet saya juga akan down. Pada awalnya kami hanya menargetkan satu emas satu perak, ternyata di luar target kami, anak-anak bisa tampil sempurna dan luar biasa semangatnya," katanya.

Dia mengatakan strategi yang ia terapkan adalah melarang mereka melihat lawannya berlatih. "Ternyata strategi itu berhasil, sehingga mereka bisa fokus tampil tanpa beban sama sekali," ucapnya.
 

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Upaya mendongkrak kunjungan wisata dan selamatkan generasi masa depan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar