Pemerintah luncurkan P4G untuk pembangunan berkelanjutan

Pemerintah luncurkan P4G untuk pembangunan berkelanjutan

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (dua dari kanan) usai meluncurkan P4G di Jakarta, Senin. (ANTARA/Dewa Wiguna)

Jika kita ingin mencapai SDGs kita harus bekerja sama dan P4G adalah kemitraan konkrit antara pemerintah, negara, masyarakat sipil dan sektor swasta
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) meluncurkan program nasional kemitraan untuk pertumbuhan ramah lingkungan dan tujuan global (P4G) dalam mencapai pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang didukung Denmark dan Korea Selatan.

"Bentuk kerja sama program bersama, kami mendorong kerja sama antara swasta, pihak lain dan pemerintah untuk ikut terlibat dalam rangka mencapai SDGs," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa di Jakarta, Senin.

Menurut dia, peluncuran P4G itu diperlukan untuk mendorong keterlibatan pihak terkait lain di antaranya dunia untuk membantu pemerintah mencapai tujuan berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Melalui program nasional itu, pemerintah menggandeng perusahaan besar yang berasal dari sektor perairan, energi, perkotaan dan limbah atau sampah.

"Kami sekarang akan promosikan ke perusahaan menengah dan kecil," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Bappenas juga menggandeng kemitraan dengan Kementerian Lingkungan Hidup Denmark dan Korea Selatan.

Denmark, kata dia, berpengalaman dalam pengelolaan circular economy dan Korea Selatan memiliki pengalaman dalam pengelolaan sektor tata kota dan energi.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Denmark Lea Wermelin yang hadir dalam peluncuran itu mengatakan negaranya sudah menerapkan teknologi untuk mencapai pembangunan ramah lingkungan.

Untuk itu, pihaknya menganggap kerja sama itu diharapkan mendorong Indonesia mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

"Jika kita ingin mencapai SDGs kita harus bekerja sama dan P4G adalah kemitraan konkrit antara pemerintah, negara, masyarakat sipil dan sektor swasta di area berbeda," katanya.



Baca juga: CISDI luncurkan platform pemetaan aktor SDGs non-pemerintah
Baca juga: Ketua FAO: Pembangunan pertanian berkelanjutan kunci akhiri kelaparan
Baca juga: Wapres Ma'ruf dukung pembangunan desa berkelanjutan

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar