Salvatore Ferragamo terjemahkan teori feminitas ke dalam koleksinya

Salvatore Ferragamo terjemahkan teori feminitas ke dalam koleksinya

Model Irina Shayk menampilkan salah satu koleksi terbaru rumah mode Salvatore Ferragamo untuk Musim Gugur/Musim Dingin 2020 dalam pagelaran busana di ajang Pekan Mode Milan 2020, Milan, Sabtu (22/2) waktu setempat. (ANTARA/Reuters/Alessandro Garofalo)

Jakarta (ANTARA) - Direktur kreatif rumah mode Salvatore Ferragamo, Paul Andrew, berusaha menerjemahkan tujuh arketipe feminitas dari teori feminitas milik Carl Jung, seorang ahli psikoanalisa asal Switzerland.

Dalam koleksinya kali ini, Andrew menggambarkan perempuan sebagai ibu yang lembut, namun juga sebagai sosok pekerja keras yang modern, berani, kuat, namun tetap trendi dan glamor.

"Perempuan modern saat ini harus dapat menjadi seluruh sosok tersebut dalam kondisi situasi apapun," kata Andrew dikutip dari pernyataan resminya, Senin.
Model menampilkan salah satu koleksi terbaru rumah mode Salvatore Ferragamo untuk Musim Gugur/Musim Dingin 2020 dalam pagelaran busana di ajang Pekan Mode Milan 2020, Milan, Sabtu (22/2) waktu setempat. (ANTARA/Reuters/Alessandro Garofalo)

Warna-warna alam yang netral seperti cokelat, krem, hijau dan merah bata mendominasi koleksi terbaru Andrew yang diperagakan dalam ajang Pekan Mode Milan 2020.

Peragaan busana untuk koleksi Musim Gugur/Musim Dingin 2020 ini dibuka oleh model Irina Shayk yang mengenakan setelah blazer berwarna cokelat muda dari bahan wol, dipadu dengan celana palazzo dengan warna senada. Ikat pinggang korset yang menyerupai obi menjadikan penampilan penggunanya tampak tegas namun tetap feminin.
Model menampilkan salah satu koleksi terbaru rumah mode Salvatore Ferragamo untuk Musim Gugur/Musim Dingin 2020 dalam pagelaran busana di ajang Pekan Mode Milan 2020, Milan, Sabtu (22/2) waktu setempat. (ANTARA/Reuters/Alessandro Garofalo)

Sosok perempuan berani diwujudkan melalui warna merah pada jumpsuit berbahan kulit dan mantel oversized dari bulu yang dipadu dengan sepatu bot berwarna hitam.

Sosok tegas perempuan ditampilkan dari mantel besar yang dibuat dengan teknik quilting, gaun dengan manset kulit dan setelan jas asimetris.
 
Model menampilkan salah satu koleksi terbaru rumah mode Salvatore Ferragamo untuk Musim Gugur/Musim Dingin 2020 dalam pagelaran busana di ajang Pekan Mode Milan 2020, Milan, Sabtu (22/2) waktu setempat. (ANTARA/Reuters/Alessandro Garofalo)

Dalam penelitiannya, Andrew menemukan sebuah buku karya Fulvia Ferragamo (salah satu pemimpin rumah mode Salvatore Ferragamo terdahulu) penuh dengan sketsa dedaunan yang menjadi inspirasi Andrew untuk koleksi kali ini.

Motif dedaunan itu kemudian ditampilkan dalam mantel bertudung, rok, serta dres pendek dari bahan rajutan.
Model menampilkan salah satu koleksi terbaru rumah mode Salvatore Ferragamo untuk Musim Gugur/Musim Dingin 2020 dalam pagelaran busana di ajang Pekan Mode Milan 2020, Milan, Sabtu (22/2) waktu setempat. (Instagram/@Ferragamo)


Sebagai pelengkap penampilan, Andrew menyertakan sepatu Viva yang menjadi ciri khas Salvator Ferragammo, serta tas anyaman buatan tangan yang terbuat dari kulit.



Baca juga: Desainer Indonesia Hian Tjen pamerkan koleksi di Milan Fashion Week

Baca juga: Etro tampilkan koleksi bohemian yang nyaman di MFW 2020

Baca juga: Versace tampilkan kesetaraan gender di pekan mode Milan

Pewarta: Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Aceh harus rebut pasar busana Muslim

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar