Anti Hoax

Dua bendungan di Jawa Barat penuh dan meluap? Cek faktanya

Dua bendungan di Jawa Barat penuh dan meluap? Cek faktanya

Petugas mengoperasikan alat berat saat membersihkan sampah dan tanaman eceng gondok di Bendungan Walahar, Karawang, Jawa Barat, Selasa (28/1/2020). ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/wsj. (ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar)

Jakarta (ANTARA/JACX) - Sebuah unggahan di Facebook menyebut Bendungan Walahar di Karawang meluap dan Bendungan Jatiluhur hampir penuh dengan air.

Informasi tersebut lantas menjadi perbincangan warganet dan memicu kekhawatiran warga terhadap banjir besar jika kedua bendungan itu tak lagi mampu menampung air hujan.

Dalam unggahan pada Senin (24/2) itu, pemilik akun menuliskan narasi sebagai berikut;

Bendung Walahar air nya mau meluap. Yg di Karawang siap siap Sekarang mau di buka
infonya jati luhur sudah mau penuh. Udah gk menampung. Walahar dapat kiriman air dari
bandung infonya Mohon hati2 siaga,skitar karawang,,info dari BPBD karawang. 7 pintu air d
curug sudah d buka karena air sudah meluap d skiratan purwakarta..karawang siap siaga.
Pak tlg infokan kewarga melalui masjid mungpung listrik blm padam selamatkan barang” dirmh
masing” & siap siap evakuasi kondisi kamojing sdh diatas ambang batas maudibuka hawatir
jebol


Unggahan tersebut pada Selasa (25/2) siang sudah dibagikan kembali sebanyak 272 kali, dikomentari oleh 12 pengguna lain dan disukai oleh 94 pengguna lain.

Namun, benarkah Bendungan Walahar di Karawang meluap?
 
Tangkapan layar unggahan hoaks tentang bendungan walahar dan jatiluhur yang meluap di Facebook. (Facebook)


Penjelasan:
Sekretaris Perusahaan Jasa Tirta II Jatiluhur Nandang Munandar kepada Antara, di Purwakarta, Senin (24/2), mengonfirmasi kabar tersebut merupakan hoaks.

Nandang, dalam berita berjudul “PJT II: Kabar Bendung Walahar meluap hoaks” menyampaikan daya tampung Bendungan Jatiluhur masih dalam batas aman.

Banjir yang terjadi di sembilan kecamatan sekitar Karawang itu, menurut Nandang, terjadi karena aliran sungai lokal di bawah bendungan Jatiluhur meningkat pasca-hujan.

"Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Jatiluhur masih di bawah normal, yaitu + 96,60 mdpl (normal + 107,00 mdpl) atau 10,4 m dibawah normal," katanya.

Nandang juga menyampaikan Bendungan Jatiluhur tidak memiliki pintu buka-tutup untuk melepas banjir, sebagaimana unggahan dalam kabar bohong tersebut.

“Kami mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap berita palsu yang telah diembuskan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Klaim: Bendung Walahar di Kawarang meluap
Rating: Salah/Disinformasi

Baca juga: Banjir meluas 14 kecamatan di Karawang

Baca juga: Korban banjir Karawang dirikan dapur umum swadaya

Pewarta: Tim JACX
Editor: Anton Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar