BPBD: Enam hektare lahan terbakar di Bener Meriah-Aceh

BPBD: Enam hektare lahan terbakar di Bener Meriah-Aceh

Petugas pemadam kebakaran dibantu personel TNI Polri dan masyarakat berusaha memadamkan api yang membakar lahan di kawasan Kampung Uning Gelima, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Selasa (15/2/2020). (FOTO ANTARA/HO-BPBD Bener Meriah)

Kebakaran lahan tersebut mulai terjadi pada pukul 14.30 WIB dan mengakibatkan lahan seluas enam hektare hangus terbakar
Banda Aceh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh menyatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Desa Uning Gelime, Kecamatan Wih Pesam dengan luas mencapai enam hektare, Selasa.

"Kebakaran lahan tersebut mulai terjadi pada pukul 14.30 WIB dan mengakibatkan lahan seluas enam hektare hangus terbakar," kata Kepala Pelaksana BPBD Abdul Kadir melalui laporan Pusdalops yang disampaikan di Bener Meriah.

Ia menjelaskan petugas pemadam kebakaran dibantu personel TNI dan Polri bersama warga setempat harus berjibaku dalam upaya memadamkan api selama tiga jam.

Pihaknya juga belum mengetahui penyebab dari terjadinya kebakaran lahan tersebut.

Menurut Abdul Kadir BPBD menengarai cuaca panas yang melanda daerah setempat dalam sepekan terakhir sangat rentan menyebabkan kebakaran lahan yang meluas.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh menyebutkan sejak beberapa hari terakhir banyak terjadi kebakaran rumah dan karhutla di sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

"Kondisi ini sangat dimungkinkan karena Aceh sekarang sudah dalam musim kemarau," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh Zakaria Ahmad.

Dia menyebutkan dalam kondisi cuaca seperti ini rentan terjadi kebakaran karena hujan jarang turun, membuat suhu udara begerak naik dan kelembapan di udara semakin berkurang. Bahkan angin kencang juga harus diwaspadai.

"Angin kencang yang maksimumnya rata-rata mencapai hingga 26 knot ini dapat meningkatkan tinggi gelombang hingga 3-4 meter. Ini tentunya akan sangat berbahaya bagi nelayan dan kapal-kapal penyeberangan," demikian Zakaria Ahmad.

Baca juga: BPBD Bener Meriah dan RAFI bagikan 7.000 masker

Baca juga: Berpotensi karhutla, BMKG deteksi 24 titik panas di wilayah Aceh

Baca juga: Kodam Iskandar Muda gencarkan kampanye cegah kebakaran hutan-lahan

 

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Rapid test di Aceh fokus pada tenaga medis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar