KPU prediksi maksimal tiga pasangan kandidat Pilkada Kepri

KPU prediksi maksimal tiga pasangan kandidat Pilkada Kepri

Komisioner KPU Kepri Arison (Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kepulauan Riau memprediksi jumlah calon gubernur dan wakil gubernur pada pilkada setempat maksimal tiga pasang.

Komisioner KPU Kepri Arison, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan prediksi itu lahir dari jumlah kursi yang diperoleh peserta Pemilu 2019 di DPRD Kepri.

Setiap pasangan calon, kata dia wajib diusung partai politik atau koalisi partai politik yang berhasil menempatkan sembilan kadernya di DPRD Kepri. Sementara berdasarkan jumlah suara, partai atau koalisi partai harus mendapatkan sekitar 230 ribu suara hasil Pemilu 2019 dari partai yang berhasil memperoleh kursi di DPRD Kepri, baru dapat mengusung pasangan calon tertentu.

Pada Pilkada Kepri 2020, kata dia seluruh partai politik wajib berkoalisi dengan partai lainnya. Hal itu disebabkan PDIP sebagai pemenang Pemilu 2019 di Kepri hanya memperoleh delapan kursi.

"Jumlah anggota DPRD Kepri hanya 45 orang sehingga kami prediksi maksimal hanya tiga pasangan calon yang muncul," ujarnya.

Arison mengemukakan tahapan pendaftaran Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri pada pertengahan Juni 2020. Pada pilkada kali ini, menurut dia tidak ada calon dari jalur perseorangan atau independen, meski Ismeth Abdullah-Irwan dan Zubir-Amir tidak memenuhi persyaratan sebagai calon independen hingga hari penutupan.

"Kami belum mengetahui siapa saja yang akan bertarung pada Pilkada Kepri, karena kondisi politik masih dinamis," katanya.

Berdasarkan data Antara, Ismeth-Irwan massif menyosialisasikan dirinya sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. Namun belum ada satu partai pun secara terbuka menyatakan mendukung mantan Gubernur Kepri dan Bupati Meranti itu.

Mantan Gubernur Kepri, yang juga Ketua PDIP Kepri, Soerya Respationo juga geliat menyosialisasikan dirinya sebagai calon gubernur. Namun sampai sekarang belum diketahui siapa pendampingnya, apalagi setelah hubungannya dengan Pelaksana Tugas Gubernur Kepri Isdianto kurang harmonis.

Soerya dan Isdianto, yang juga kader PDIP, awalnya diproyeksikan menjadi pasangan calon pada pilkada. Namun dalam beberapa pekan terakhir Isdianto dikabarkan melobi sejumlah partai untuk mencalonkan diri sebagai gubernur.

Isdianto juga dikabarkan akan berpasangan dengan Marlin Agustina, istri dari Wali Kota Batam Muhamad Rudi. Kedekatan Isdianto dengan Partai Nasdem pun semakin terlihat ketika Ketua Umum DPP Surya Paloh melantik Rudi sebagai Ketua Partai Nasdem Kepri di Batam baru-baru ini. Surya Paloh memutuskan Rudi tetap mencalonkan diri sebagai Wali Kota Batam, sedangkan istrinya sebagai cawagub Kepri.

Baca juga: KPU Kepri optimistis Pilkada Batam berjalan lancar

Baca juga: KPU Kepri butuh kepastian perubahan anggaran pilkada

Baca juga: Bawaslu Kepri pantau perekrutan Komisioner KPU Batam

Pewarta: Nikolas Panama
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Empat daerah penyelenggara pilkada di Sultra tunda pelantikan PPS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar