Menhub pertimbangkan perpanjangan insentif maskapai 50 persen

Menhub pertimbangkan perpanjangan insentif maskapai 50 persen

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)

kalau memang belum recover, kita pertimbangkan untuk diperpanjang
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mempertimbangkan untuk memperpanjang pemberian insentif berupa diskon tiket maskapai mencapai 50 persen hingga Lebaran apabila situasi dan kondisi masih belum kondusif karena virus corona.

“Kita beri kesempatan tiga bulan, nanti kita lihat apakah situasinya sudah recover (pulih kembali), kalau memang belum recover, kita pertimbangkan untuk diperpanjang,” kata Budi di sela-sela diskusi yang bertajuk “Merajut Konektivitas Ibu Kota Negara” di Jakarta, Rabu.

Insentif tersebut ditujukan terutama untuk penerbangan domestik apalagi saat ini sejumlah penerbangan asing berhenti sementara sehingga mengurangi devisa dari sektor pariwisata.

Baca juga: Sri Mulyani: Diskon tiket pesawat 50 persen lewat insentif pariwisata

Stimulus ini berupa insentif yang diberikan terhadap tarif penerbangan menuju ke daerah pariwisata yaitu Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Toba (Silangit), Tanjung Pandan dan Tanjung Pinang selama tiga bulan.

Nantinya penumpang akan menikmati diskon antara 40-50 persen dari tarif riil yang berlaku untuk 25 persen dari total kursi yang tersedia dari tiap penerbangan.

“Kita memberikan kesempatan 25 persen atas kapasitas seat (kursi), dan itu kan mereka bisa menambal paling enggak 20 persen,” kata Menhub.

Untuk sementara, kebijakan ini akan diberlakukan selama low season (musim sepi) yaitu dari bulan Maret sampai dengan Mei 2020.

Baca juga: Wamenkeu sebut insentif pariwisata upaya kurangi dampak virus corona

Ia juga mempertimbangkan untuk memberikan insentif berupa penambahan slot bagi maskapai asing yang akan terbang ke Indonesia.

“Kalau slot, kalau memang ada tambahan, ya kita tambah nanti insentifnya,” katanya.

Sebelumnya, Kemenhub juga berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Keuangan untuk memberikan insentif, seperti pengurangan kewajiban setor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) oleh maskapai.

Kemenpar disebut juga telah memberikan insentif berupa diskon bagi agen perjalanan bagi turis mancanegara yang melancong ke Indonesia.

“Jadi saya sekarang ini membahas yang turis domestik, yang diberikan kewenangan kementerian perhubungan untuk mengkoordinir. Sedangkan turis mancanegara itu melalui Kementerian Pariwisata yang diberikan insentif adalah travel agent dengan kalau enggak salah 20-50 dolar AS, tergantung tujuan negaranya,” kata Menhub.

Baca juga: Presiden ingin insentif sektor pariwisata terkait wabah virus corona

Baca juga: Pemerintah segera berikan insentif maskapai untuk genjot pariwisata


Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemenhub imbau warga tak mudik lebaran, ini penjelasannya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar