LPS optimistis kebijakan counter cyclical genjot DPK perbankan

LPS optimistis kebijakan counter cyclical genjot DPK perbankan

CNBC Economic Outlook 2020 (ANTARA/Dewa Wiguna)

Ini yang menjadi salah satu jangkar mengapa ekonomi kita tetap stabil di situasi penuh ketidakpastian,
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) optimistis kebijakan counter cyclical pemerintah akan menggenjot dana pihak ketiga (DPK) perbankan karena dapat menjaga konsumsi masyarakat dan mempercepat investasi.

"Berbagai subsidi yang digunakan secara produktif bisa mendorong investasi lebih cepat sehingga pendapatan masyarakat bisa lebih cepat, tabungan yang dipakai bisa kembali lagi," kata Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah dalam CNBC Economic Outlook 2020 di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, kebijakan akomodatif dari Bank Indonesia yang beberapa waktu menurunkan suku bunga acuan diharapkan menggenjot sektor usaha yang pada akhirnya mendorong pendapatan masyarakat.

Sementara itu, terkait kondisi sektor keuangan, Halim menyebutkan Indonesia cukup stabil karena sektor keuangan Tanah Air yang memiliki fundamental kuat.

LPS, kata dia, sebagian besar menangani permasalahan bank-bank kecil yang tidak mempengaruhi keseluruhan ekonomi Indonesia.

Selain karena kondisi sektor keuangan RI yang stabil, masyarakat juga nyaman dengan jaminan dari LPS hingga simpanan Rp2 miliar sehingga banyak yang menempatkan dana di bank.

"Ini yang menjadi salah satu jangkar mengapa ekonomi kita tetap stabil di situasi penuh ketidakpastian," katanya.

Meski begitu, lanjut dia, sektor konsumsi yang tumbuh kisaran lima persen dan menjadi penolong pertumbuhan ekonomi RI, di sisi lain juga ikut menggerus simpanan dana masyarakat.

Ia mencermati DPK tumbuh melambat karena penciptaan pendapatan baru masih terbatas.

Deposito, kata dia, tumbuh paling rendah yakni di bawah empat persen selama tahun 2019 sedangkan uang giral dan tabungan tumbuh paling tinggi mencapai 7-8 persen.

"Kami harap tentunya investasi datang dari berbagai industri manufaktur atau aktivitas pertambangan, pertanian," katanya.



Baca juga: Perbankan bidik Jatim jadi penyumbang DPK tertinggi
Baca juga: LPS : Jumlah rekening di atas Rp2 miliar turun, tapi nominalnya naik
Baca juga: BI, OJK dan LPS integrasikan pelaporan perbankan melalui Pelaporan.id

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar