Penataan empat stasiun MRT-KAI ditargetkan rampung Maret 2020

Penataan empat stasiun MRT-KAI ditargetkan rampung Maret 2020

Pedagang kaki lima yang berdagang di depan Stasiun Manggarai, Jumat (25/10/2019). (ANTARA/Livia Kristianti)

Prinsip penataan empat stasiun itu mengedepankan integrasi antarmoda yang nyaman dan mengutamakan keselamatan, sehingga diharapkan dapat mendorong peningkatan penggunaan angkutan umum masyarakat Jakarta dan sekitarnya
Jakarta (ANTARA) - Penataan empat stasiun yang dilakukan  perusahaan patungan PT MRT, PT KAI, dan Pemprov DKI Jakarta (PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek), yakni Stasiun Juanda, Stasiun Senen, Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Sudirman, ditargetkan rampung pada Maret 2020.

"Pengerjaan proyek penataan stasiun secara fisik sudah dilakukan sejak 21 Januari 2020 dalam rangka meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna transportasi kereta api, ditargetkan selesai akhir Maret 2020," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Kegiatan ini, kata Syafrin, bertujuan untuk memberi kemudahan transportasi bagi warga dengan tetap mengedepankan kepentingan publik yang mencakup kenyamanan dan keamanan pengguna transportasi, jaminan bisnis bagi Ojek Online (Ojol), Ojek Pangkalan (Opang), Pedagang Kaki Lima (PKL) tetap aman dan program pemerintah dapat berjalan secara efektif serta efisien sesuai prosedur.

"Proyek ini merupakan langkah awal perwujudan penyelenggaraan transportasi terintegrasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta," katanya.

Baca juga: Ini harapan pengemudi ojek daring Stasiun Manggarai

Baca juga: MRT Jakarta akan uji coba publik pembayaran QR Code pada Maret 2020

Baca juga: Kehadiran UKM di stasiun MRT Jakarta bisa angkat merek lokal baru


Beberapa fasilitas yang akan dihadirkan lewat penataan itu, di antaranya fasilitas penurunan dan pengambilan penumpang (drop off-pick up) Ojol, area parkir sementara ojek pangkalan, tempat pemberhentian sementara (lay-by) Bajaj, plaza pedestrian untuk pejalan kaki, halte Bus Transjakarta sebagai fasilitas integrasi, serta perlengkapan transit.

Lebih lanjut, Syafrin menyampaikan prinsip penataan empat stasiun itu adalah mengedepankan integrasi antarmoda yang nyaman dan mengutamakan keselamatan, sehingga diharapkan dapat mendorong peningkatan penggunaan angkutan umum masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

"Kegiatan integrasi stasiun KAI dengan angkutan umum massal lainnya atau dengan angkutan lanjutan lainnya (Opang/Ojol) ditata dengan baik sehingga diharapkan tidak menimbulkan hambatan lalu lintas di sekitar Kawasan Stasiun, sehingga para pengguna kereta api (sekitar 1,2 juta orang) dan kendaraan angkutan darat (sekitar 980 ribu orang) dapat merasa nyaman," ucap Syafrin.

"Selain itu seluruh pihak yang terdampak baik yang resmi maupun bisa dikatakan tidak resmi telah ditata oleh Pemerintah Daerah, diberikan alternatif pilihan lokasi dan fasilitas yang baik sehingga para pihak tersebut tetap dapat melaksanakan kegiatan ekonominya," ujar Syafrin menambahkan.

Pekerjaan penataan kawasan stasiun ini secara administrasi dimulai sejak penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemprov DKI Jakarta bersama PT KAI dan PT MRT Jakarta tentang Penataan Kawasan Stasiun PT KAI secara terintegrasi di Wilayah Provinsi DKI Jakarta Melalui Rencana Aksi Jangka Pendek (Quick Win) pada 10 Januari 2020.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mengenal William Sabandar, sosok dibalik MRT Jakarta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar