Ketum Dekranas Wury Ma'ruf Amin buka e-smart IKM Babel

Ketum Dekranas Wury Ma'ruf Amin buka e-smart IKM Babel

Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional, Wury Ma'ruf Amin saat mengunjungi stand kerajinan rajutan khas Bangka Belitung di Pangkalpinang, Kamis (Aprionis)

Pangkalpinang (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional, Wury Ma'ruf Amin membuka workshop e-smart industri kecil menengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, guna meningkatkan sumber daya manusia perajin dalam memperluas pasar produk kerajinan secara online maupun offline.

“Kegiatan ini merupakan wujud kemitraan antara Dekranas dengan pemerintah, untuk mendorong pertumbuhan industri kerajinan yang bernilai tambah dan berdaya saing tinggi," kata Wury Ma'ruf Amin saat membuka workshop e-smart IKM Babel di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan Dekranas berupaya terus menciptakan dan menumbuhkan wirausaha baru. Salah satunya dengan mengembangkan kerajinan asli Bangka Belitung sektor kerajinan dan melakukan promosi serta mendorong perluasan pasar produk kerajinan baik secara online maupun offline

Kegiatan dari Kementerian Perindustrian yaitu terdiri dari pembukaan Workshop e-smart IKM bagi 200 perajin, pengenalan teknologi revolusi industri 4.0, dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang yang berasal dari ASN di lingkungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Selain itu, pembukaan bimbingan teknis desain produk pewter (kerajinan logam khas Babel) kepada 20 perajin, dan serah terima mesin casting pewter untuk IKM kerajinan khas daerah penghasil timah itu.

“Kita terus mendorong pertumbuhan industri kerajinan yang bernilai tambah dan berdaya saing tinggi, yang pada akhirnya akan menjadikan industri kerajinan sebagai industri yang berorientasi ekspor," ujarnya.

Menurut dia saat ini kinerja ekspor industri kerajinan Indonesia saat ini mengalami kenaikan. Nilai ekspor kerajinan Indonesia pada akhir 2019 mencatatkan nilai 892 juta US Dollar, atau senilai Rp12,48 triliun atau naik 2,5 persen ari nilai ekspor 2018 sebesar 870 juta US Dollar.

"Hal ini cukup membanggakan dan diharapkan dapat terus ditingkatkan lagi, sehingga Indonesia dapat menjadi salah satu produsen kerajinan terbesar di dunia," katanya.

Ia menambahkan kerajinan merupakan salah satu sektor industri kreatif yang mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional. Industri kerajinan yang didominasi oleh pelaku IKM ini dinilai terus berkembang, sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan yang cukup besar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perindustrian yang telah mengadakan kegiatan Workshop e-Smart IKM, Pengenalan Teknologi Revolusi Industri 4.0, dan Bimbingan Teknis Desain serta Fasilitasi Mesin/Peralatan Produk Pewter bagi para perajin. Semoga para peserta terus berkarya serta berinovasi demi kemajuan dan peningkatan kesejahteraan para perajin khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ujarnya. ***1***
 

Pewarta: Aprionis
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar