Pemerintah harapkan peningkatan investasi Swiss ke Indonesia

Pemerintah harapkan peningkatan investasi Swiss ke Indonesia

Duta Besar Switzerland untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN Kurt Kunz, Plt Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Septian Hario Seto dan Ketua SwissCham Indonesia Luthfi Mardiansyah (kiri-kanan). (ANTARA/Ade Irma Junida)

Tapi itu masih kecil dibandingkan dengan potensi uang yang mereka punya di sana
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia mengharapkan adanya peningkatan investasi Swiss ke Indonesia mengingat potensi ekonomi yang besar antara kedua negara.

"Kalau dilihat FDI (Foreign Direct Investment) Swiss kecil, tapi potensi investasinya cukup besar di Indonesia. Misalnya perusahaan kimia, ini sektor yang investasinya memang dibutuhkan Indonesia," kata Plt Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto di Jakarta, Kamis.

Ia menilai peningkatan investasi akan dapat mendorong perdagangan dengan negara tersebut. Sementara jika dilihat dari capaian ekspor ke Swiss, Indonesia mengekspor komoditas seperti emas (lebih dari 60 persen), alas kaki, kopi hingga mebel yang secara nilai masih belum masif.

"Angka ekspor masih kecil, baru sekitar satu persen, kalau bisa ditingkatkan 2-3 kali lipat tentu ini akan bagus," katanya.

Baca juga: Muliaman ingin dorong investasi Swiss di Indonesia

Ketua Kamar Dagang Swiss-Indonesia (SwissCham Indonesia) Luthfi Mardiansyah menuturkan investasi Swiss di Indonesia sepanjang 2019 mencapai 7 miliar Swiss Franc (CHF). Nilai tersebut membawa Swiss sebagai negara nomor empat yang banyak menanamkan modal di Indonesia di antara negara Eropa lainnya.

"Tapi itu masih kecil dibandingkan dengan potensi uang yang mereka punya di sana," katanya.

Luthfi menuturkan nilai investasi itu hanya berasal dari kegiatan perluasan bisnis yang sudah ada. Artinya, lanjut dia, masih ada peluang untuk mendorong investasi baru dari negeri Pegunungan Alpen itu.

Sejumlah sektor yang sudah digarap Swiss di Indonesia yakni manufaktur, farmasi, dan kimia. Namun, potensi di bidang agrikultur seperti pertanian, peternakan, dan perikanan, dianggap menjadi pasar yang bisa digarap.

"Kita ada kemampuan perikanan, peternakan, pertanian, itu sudah ada perusahaannya di sini, tapi pemerintah belum melihat itu sebagai added value dari perusahaan Swiss. Itu yang mau kami arahkan investasinya," pungkasnya.

Baca juga: Swisscham ingin gaet lebih banyak investor Swiss ke Indonesia

 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar