Mau rintis usaha, apakah bisnis busana muslim masih potensial?

Mau rintis usaha, apakah bisnis busana muslim masih potensial?

Model mengenakan busana rancangan Sulika pada Indonesia Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (20/2/2020).(ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Jakarta (ANTARA) - Industri fashion muslim di Indonesia semakin kuat seiring banyaknya orang yang memutuskan untuk berbusana sesuai syariat.

Di tengah banyaknya penjual busana muslim serta kerudung dan pernak-perniknya, apakah bisnis ini masih menjanjikan untuk mereka yang baru mulai merintis usaha?

Vice President Brand Elzatta & Dauky, Tika Latifani Mulya, mengatakan peluang bisnis busana muslim dan kerudung masih potensial karena pasarnya luas di Indonesia.

"Selain populasi muslim di Indonesia sangat besar, kesadaran memakai kerudung juga naik. Mereka terus mencari gaya yang paling cocok dengan keseharian dan mewakili jati diri mereka," ujar Tika di Jakarta, Kamis.

Di tengah banyak pemain yang berkecimpung di dunia bisnis busana muslim, "anak baru" harus punya strategi agar bisa bertahan dan produknya digemari pembeli.

Tika memberikan tiga kiat untuk pemula yang ingin menceburkan diri ke bisnis busana muslim.

Baca juga: Ini prediksi tren fesyen muslimah Indonesia tahun 2020

Baca juga: Elzatta luncurkan "Citra Series", kolaborasi bareng Citra Kirana


Pertama, cari apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Di tengah tren yang selalu berubah setiap waktu, pasti ada hal yang selalu dibutuhkan, misalnya busana dan aksesoris mendasar.

"Kebutuhan muslimah yang basic akan selalu ada, seperti kerudung polos dan ciput. Pasarnya akan selalu ada untuk produk-produk basic," ujar Tika.

Kedua, cari inovasi agar konsumen tertarik dan tidak bosan dengan barang yang itu-itu saja.

Buatlah hal baru untuk menggaet minat konsumen. Dia memberi contoh inovasi kerudung yang bisa dikustomisasi sesuai keinginan pelanggan.

Di kala produsen lain menjual kerudung-kerudung dengan motif print bervariasi, dia menawarkan pilihan untuk mencetak motif sesuai selera konsumen.

"Kami akan buka flagship store di Bandung yang bisa buat scarf personalized," ujar dia.

Ketiga, cari pihak lain yang bisa diajak bekerja sama untuk mengembangkan usaha.

Elzatta yang fokus di toko ritel telah beberapa tahun belakangan mengembangkan sayap di ranah online lewat kerja sama dengan sebuah e-dagang.

"Punya partner kuat penting untuk memulai bisnis," tutup dia.

Baca juga: Wignyo Rahadi ramu tenun Sultra jadi busana muslim elegan di MUFFEST

Baca juga: Oase padang pasir di peragaan busana Muslim Fashion Festival 2020

Baca juga: Pilih hijab berbahan ini saat cuaca panas

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Aceh harus rebut pasar busana Muslim

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar